Kisah Ridwan, Pengusaha Tanaman Sayuran Hydroponik Calon Pemuda Pelopor Kota Padang

Penulis: Isran Bastian

Padang, Padangkita.com – Sebanyak delapan calon Pemuda Pelopor dinyatakan lolos seleksi administrasi ajang pemilihan pemuda pelopor tingkat Kota Padang tahun 2022. Satu pemuda diantaranya M Ridwan Kurniawan. Dia telah mengikuti tahap tinjauan lapangan atau Fact Finding pada Jumat (13/5/2022) lalu.

Sebagai tahap lanjutan seleksi Pemuda Pelopor Kota Padang Tahun 2022, Juri Andi Amir dan Yaldi Chaniago laksanakan kegiatan Fact Finding terhadap nominasi pemuda yang dianggap layak untuk melaju ke tahap seleksi selanjutnya.

Juri pemilihan Pemuda Pelopor Kota Padang 2022 Andi Amir dan Yaldi Chaniago kunjungi markas M Ridwan Kurniawan, nama usahanya BGD Hydro Farm Padang, di Komplek Griya Permata I Blok C No 8, Tabing Banda gadang, Gunung Pangilun, Kecamatan Nanggalo.

“Peninjauan langsung ke lapangan dilakukan untuk pengecekan ulang atas apa yang telah disampaikan Ridwan pada tahap pertama, sekaligus mendalami kepeloporan yang dilakukannya,” ungkap Andi Amir yang juga Kabid Ekraf Dinas Pariwisata Kota Padang, dilansir Padangkita.com, Senin (16/5/2022).

Kata juri meninjau kepeloporan, M Ridwan Kurniawan adalah seorang calon pemuda Pelopor yang giat menanam tanaman hidroponik, sayuran yang higienis.

“Ridwan bagaimana awalnya tergerak untuk usaha tanaman sayuran Hydroponik ini,” tanya Juri Andi Amir dan Yaldi Chaniago.

Seiring perkembangan teknologi yang kian maju, kini sistem penanaman hidroponik telah menjadi salah satu cara menanam sayuran yang mudah untuk dilakukan.

“Sistem bertanam sayuran tanpa menggunakan tanah untuk tumbuh. Dan kesadaran masyarakat mengkonsumsi sayuran yang bersih/ higienis juga semakin tinggi,” sebut Ridwan.

Ridwan melanjutkan berawal Tahun 2019, membangun tanaman Hydroponik, bermodal sekitar Rp20 juta dan melibatkan teman teman 4 orang. Tanaman sayuran Hydroponik, usaha yang diberi nama BGD Hydro Farm Padang, Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

“Sejak ada tanaman sayuran Hydrophonik ini, ketika mulai panen, masyarakat tidak susah lagi mencari sayuran yang bersih. Usaha ini dilakukan bukan semata untuk dijual, tetapi juga membagikan ilmu cara menanam sayuran Hydroponik yang tidak menggunakan tanah pada masyarakat,” kata Ridwan.

Kemudian kata Ridwan, masyarakat juga telah banyak yang ikut menanam sayuran higienis Hydroponik serta bisa juga untuk menambah penghasilannya.

Baca Juga: Termasuk Padang, 3 Kota Besar di Indonesia Bakal Terima Penghargaan Nasional dari KLHK

“Panen sayuran tergantung jenisnya, ada 30 hari dan 45 hari untuk sayur slada. Penjualannya ketika panen, ada yang datang, dan ada pula melalui Handphone, serta dijual ke swalayan,” ucap Ridwan. [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist