Kisah Asrizallis, Wali Nagari Cubadak yang Masuk MURI dengan Gelar Akademik Terbanyak

Penulis: Redaksi

Batusangkar, Padangkita.com – Nama Wali Nagari Cubadak, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Asrizallis masuk Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai kepala desa dengan gelar akademik terbanyak.

Adapun nama lengkapnya berikut dengan gelar akademik adalah Dr. Asrizallis SSos, MPdI, MM, MH, MSn, MSi, MSos. Ada 8 gelar akademik yang mengikuti nama Asrizallis.

Penganugerahan rekor MURI kepada Asrizallis dilaksanakan di Galeri Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI), Jakarta pada Kamis (22/9/2022).

Asrizallis berhasil meraih rekor tersebut karena telah memiliki 8 gelar akademik, yaitu 1 gelar sarjana (S1), 6 gelar magister (S2), dan satu gelar doktor (S3).

Diketahui, selain sebagai wali nagari Cubadak, Asrizallis ternyata juga seorang dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Imam Bonjol Padang Panjang.

Sementara gelar terakhirnya sebagai Doktor Pendidikan Islam diselesaikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Merupakan doktor ke-251 yang lulus dari UIN IB Padang dengan nilai total lulus 91, Prediket A, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,65.

Terkait gelar akademik yang diraihnya, Asrizallis mengatakan, menuntut ilmu tidak ada batasnya dan mencari ilmu melalui jenjang perguruan tinggi maka gelar menjadi konsekuensinya.

“Bagi saya gelar bukan yang utama, tapi kompetensi keilmuannya sebagai bekal menjalani kehidupan ini menuju kebahagiaan dunia dan akhirat kelak,” ungkap Asrizallis.

Asrizallis merupakan sosok yang unik, selain gemar menuntut ilmu, ia juga aktivis organisasi sosial kemasyarakatan. Berbagai jenis profesi pernah ia lakoni.

Pria kelahiran Supanjang, Nagari Cubadak, Kecamatan Lima Kaum, Tanah Datar 10 Februari 1971 ini, mengawali pekerjaan sebagai guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), lalu menjadi karyawan di Balai Kota Padang Panjang.

Kemudian, dia juga pernah menjadi satpam, pelaksana proyek, tenaga kerja migran di luar negeri, guru honor, dosen hingga saat ini menjadi wali nagari di kampung halamannya.

Asrizallis lama menetap di Kelurahan Tanah Pak Lambiak, Kota Padang Panjang ketika menjadi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) tahun 2009-2013. Ia juga dipercaya menjadi Ketua RT 02 Tanah Pak Lambiak pada 2012-2017, dan menjadi kepala Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Fath, di kelurahan yang sama.

Kini, Asrizallis menjabat sebagai Wali Nagari Cubadak untuk periodek 2017 – 2023.

Selain itu, ia juga aktif di organisasi sosial kemasyarakatan. Sedikitnya, Asrizallis telah dipercaya memimpin 78 organisasi dengan berbagai jenis jabatan dan meraih puluhan jenis penghargaan.

Baca juga: Festival Tabek Ganggam di Cubadak Lima Kaum, Ada Marosok hingga Silek dalam Luluak

Asrizallis memang pribadi yang unik. Namun banyak berbagai hal yang bisa diteladani dari sosoknya, terutama dalam hal ketekunan menggali ilmu, kegigihan, ketaatan beragama dan kesungguhan menggali kreativitas untuk memajukan kampung halaman yang dicintainya. [djp/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist