Kesaksian Keluarga Terduga Tindak Pidana Terorisme yang Ditangkap Densus 88 di Gunung Pangilun Kota Padang

Kesaksian Keluarga Terduga Tindak Pidana Terorisme yang Ditangkap Densus 88 di Gunung Pangilun Kota Padang

Kakak kandung Eki, Dewi Zilda. [Foto: Aidil/Padangkita.com]

“Setahu saya Eki itu anaknya pendiam, dia tidak banyak bicara, termasuk ke kakaknya sendiri, ke saya juga begitu, Saya tidak tahu Eki terlibat apa dan kemungkinan dia terlibat dalam hal (terorisme) itu,” kata Dewi.

“Bahkan jika (ada) panah dijadikan barang bukti oleh polisi dan mengindikasikan Eki terlibat dalam aksi teror, saya pikir itu tidak benar. Karena panah itu seingat saya diberikan oleh suami saya sebagai suvenir yang diletakkan di rumah tua kami itu,” ujarnya.

Merawat Mama dan Papa

Dewi mengatakan, selama empat tahun belakangan, Eki merawat mama dan papanya yang sudah sakit-sakitan. Bahkan mirisnya, papa mereka sudah meninggal dunia pada Kamis (7/1/2021) lalu.

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Kesaksian tetangga soal penangkapan terduga teroris di Gunung Pangilun Padang.

Kediaman R yang disebut terduga teroris di Jalan Rawa Sanur, RT 04, RW 07, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. [Foto: Aidil/Padangkita.com]

Selepas kepergian papanya, Eki masih harus berjuang merawat ibunda yang menderita Demensia, semacam penyakit yang diderita seseorang lupa ingatan atau tidak mengenali apapun lagi dengan dibantu oleh perawat.

Saudaranya, sudah pergi jauh merantau ke luar Sumatra Barat (Sumbar) dan hanya Eki satu-satunya yang belum berkeluarga.

Dewi mengatakan, salah seorang saudaranya juga masih tinggal di kawasan Gunung Pangilun, namun tidak berada di rumah yang sama dan juga baru mengetahui penangkapan adiknya setelah sore hari saat polisi melakukan penggeledahan.

“Eki tidak bekerja, selama empat tahun ini orang tua kami sakit-sakitan, dia jadi anak satu-satunya fokus merawat mama dan papa dan harus diawasi selama 24 jam, sementara saya sendiri berada di Bogor, Jawa Barat (Jabar),” katanya.

Dewi menjelaskan, rumah keluarga besar mereka itu memang sempat dijadikan tempat kos-kosan, sebelum orang tua Eki sakit dan dipindahkan ke rumah tersebut.

Alumni MTsN dan MAN

Bagi Dewi, Eki merupakan adik yang baik dan menyayangi keluarga. Pria kelahiran 17 Oktober 1981 tersebut juga tidak pernah menunjukkan gelagat aneh jauh sebelum penangkapannya ataupun beberapa hari sebelum ia ditangkap polisi.

Halaman:

Baca Juga

Terdata 670 TPS Liar di Padang, Hendri Septa sebut Kota Darurat Sampah
Terdata 670 TPS Liar di Padang, Hendri Septa sebut Kota Darurat Sampah
Polresta Padang Musnahkan Lebih 18 Kilogram Ganja dan 174 Gram Sabu
Polresta Padang Musnahkan Lebih 18 Kilogram Ganja dan 174 Gram Sabu
Forkopimda Padang Rumuskan Sanksi Pelaku Tawuran, Kapolresta Usul Pendidikan Semimiliter
Forkopimda Padang Rumuskan Sanksi Pelaku Tawuran, Kapolresta Usul Pendidikan Semimiliter
Terduga Teroris Karyawan BUMN, Gus Imin: Ungkap hingga ke Akar-akarnya
Terduga Teroris Karyawan BUMN, Gus Imin: Ungkap hingga ke Akar-akarnya
Sejarah Balai Kota Padang dari Masa ke Masa, dari Kawasan Muaro ke Aie Pacah
Sejarah Balai Kota Padang dari Masa ke Masa, dari Kawasan Muaro ke Aie Pacah
Simulasi Evakuasi Bencana Minimal 1 Kali Setahun, Kogami Dorong Terbitnya Perwako
Simulasi Evakuasi Bencana Minimal 1 Kali Setahun, Kogami Dorong Terbitnya Perwako