Kecelakaan Bus Gumarang di Pitalah Tinggalkan Trauma Mendalam, Ini yang Dilakukan Dinas Sosial

Penulis: Agg

Berita Tanah Datar hari ini dan berita Sumbar hari ini: Kecelakaan Bus Gumarang yang merenggut nyawa empat pelajar SD di Pitalah meninggalkan trauma mendalam.

Batusangkar, Padangkita.com – Kecelakaan yang merenggut nyawa empat pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Pitalah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar masih menyisakan trauma mendalam bagi keluarga, teman sejawat dan juga para guru.

Bahkan, trauma atas kepergian empat pelajar itu juga berimbas terhadap proses belajar mengajar di SDN 3 Pitalah.

Menanggapi situasi tersebut, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanah Datar mencoba memberikan assessment atau bantuan penyegaran psikologis kepada para murid maupun guru dan orang tua lain.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanah Datar, Yuhardi mengatakan, peristiwa kecelakaan tersebut menimbulkan kondisi psikologis negatif, seperti ketakukan, keresahan, kegelisahan di antara para murid, orang tua dan para guru yang berefek kepada kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.

“Menyikapi hal ini, kami dari dinas melalui Bidang PPKPA bekerjasama dengan Psikolog Klinis, Yuninda Tri Ningsih untuk melakukan assesmen awal trauma healing untuk mengetahui kondisi psikologis anak, orang tua dan guru di sekolah SDN 03 Pitalah yang dilaksanakan pada 29-30 April 2021,” ujar Yuhardi, Rabu (5/5/2021).

Berdasarkan hasil Assesment itu, jelas Yuhardi, diketahui kondisi psikologis anak setelah peristiwa itu terbagi dalam tiga kategori, yaitu anak yang tidak mengalami gangguan, anak yang mengalami gagguan ringan dan anak yang mengalami gangguan berat.

“Kategori pertama, anak yang tidak mengalami gangguan adalah mereka yang tidak melihat langsung peristiwa kecelakaan mobil. Kedua, anak dengan gangguan ringan, yaitu mereka yang melihat keadaan pasca kejadian kecelakaan, melihat kondisi temannya berdarah secara langsung, melihat bekas kecelakaan ataupun yang mendengar suara tabrakan pas kejadian. Ketiga, anak mengalami gangguan berat adalah mereka yang mengalami langsung peristiwa dan selamat, dan mereka yang memiliki hubungan kekerabatan dengan korban,” ucap Yuhardi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tanah Datar, Dadan Hensdarsyah mengatakan, hasil assesment akan dilakukan tindaklanjut berupa pemberian treatment sesuai kondisi anak.

“Penanganan untuk masing-masing kondisi anak berbeda-beda, bagi anak yang mengalami gangguan ringan akan dilakukan penanganan dalam bentuk psiko edukasi kelompok yang akan dilaksanakan selama satu hari. Sedangkan untuk anak yang mengalami gangguan berat akan dilakukan konsultasi individual yang waktunya disesuaikan dengan kondisi anak,” ujarnya.

Baca juga: Cerita Pilu Lima Sekawan yang Tertabrak Bus Gumarang Jaya di Nagari Pitalah

Pelaksanaan penanganan terhadap anak yang mengalami gangguan psikologis turut dihadiri Kabid PPKPA, Sumsum Horda beserta tim, Psikolog Klinis, Yuninda Tri Ningsih, Sekcam Batipuh, Aditiawarman, dan Kepala Sekolah SDN 03 Pitalah, Despatriani beserta majelis guru. [zfk]


Baca berita Tanah Datar hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist