Kalender Astronomi Minggu Ketiga Maret, Apoge Bulan Hingga Ekuinox

Penulis: Mentari Tryana

Jakarta, Padangkita.com – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) merilis daftar fenomena astronomi yang akan terjadi pada pekan ketiga bulan Maret yaitu 18-21 Maret 2021.

Melalui akun Instagram resminya, LAPAN menyatakan ada 3 fenomena astronomi yang dapat dilihat dengan mata telanjang maupun dengan menggunakan alat di minggu ketiga ini.

Berikut fenomena astronomi pada minggu ketiga bulan Maret 2021:

18 Maret – Apoge Bulan

Hari ini, LAPAN mencatat akan terjadi fenomena apoge bulan. Apoge Bulan adalah saat Bulan berada di titik terjauh dari Bumi akan terjadi pada pukul 12.09 WIB, 15.09 WITA dan 14.09 WIT.

“Berkulminasi di arah utara sekitar pukul 15.30 waktu setempat dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut sekitar pukul 21.30 waktu setempat,” tulis Lapan dalam situs resminya.

Hal ini disebabkan oleh orbit Bulan yang ­berbentuk elips dengan Bumi terletak di salah satu titik fokus orbit tersebut. Perige Bulan terjadi setiap rata-rata 27 1/3 hari dengan interval dua apoge Bulan yang berdekatan bervariasi antara 26,98–27,90 hari.

Rentang yang lebih sempit dibandingkan dengan perige disebabkan karena Bulan juga bersama-sama dengan Bumi mengelilingi Matahari. Sehingga, ketika perige, akan mengalami perturbasi lebih besar dengan Matahari dibandingkan ketika apoge.

19 Maret – Tripel Konjungsi Bulan-Mars-Aldebaran

Puncak konjungsi Bulan-Mars terjadi pada tanggal 20 Maret pukul 02.18.52 WIB dengan sudut pisah 1,94°. Akan tetapi, Bulan dan Mars baru dapat disaksikan pada tanggal 19 Maret sejak akhir senja bahari (42 menit setelah terbenam Matahari) dari arah barat laut dengan ketinggian Bulan sebesar 45° dan sudut pisah 3,97°.

Bulan juga berkonjungsi dengan Aldebaran dengan sudut pisah 7,04° sehingga membentuk konjungsi segitiga antara Bulan, Mars dan Aldebaran.

Ketampakan terakhir terjadi di arah barat-barat laut pada pukul 22.20 waktu setempat dengan sudut pisah Bulan-Mars sebesar 3,00° dan sudut pisah Bulan-Pleiades sebesar 6,18°. Berselang 20 menit kemudian, ketiga benda langit ini sudah berada di bawah ufuk.

20 Maret – Ekuinoks Maret

Ekuinoks Maret merupakan salah satu dari dua ekuinoks yang selalu terjadi setiap tahunnya. Ekuinoks Maret merupakan titik perpotongan ekliptika dan ekuator langit yang dilewati Matahari dalam perjalanan semu tahunan Matahari dari langit belahan Selatan menuju ke langit belahan Utara.

Tahun ini, Ekuinoks Maret terjadi pada tanggal 20 Maret pukul 16.37.25 WIB / 17.37.25 WITA / 18.37.25 WIT. Bagi mereka yang berada di garis katulistiwa, kalian akan mendapat Matahari akan tepat di atas kepala ketika tengah hari.

Sedangkan untuk tempat yang lain, Matahari akan condong ke Utara atau Selatan sejauh lintang tempat kalian berada.

21 Maret – Fase Bulan Perbani Awal

Fase perbani awal adalah salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi dan Bulan membentuk sudut siku-siku (90°) dan terjadi sebelum fase Bulan purnama.

Puncak fase perbani awal terjadi pada pukul 21.40.22 WIB / 22.40.22 WITA / 23.40.22 WIT. Sehingga, Bulan perbani awal ini dapat disaksikan sejak terbit ketika tengah hari dari arah timur-timur laut, berkulminasi di arah utara menjelang terbenam Matahari dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut sekitar tengah malam.

Bulan berjarak 398.531 km dari Bumi (geosentrik) ketika puncak fase perbani awal dan berada di sekitar konstelasi Taurus. [try]


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler

Add New Playlist