Irdinansyah, dari Dakwah Muhammadiyah, Politik Golkar hingga Bupati

Penulis: Redaksi

Berita Tanah Datar terbaru: Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi meninggal dunia di RS M Djamil Padang

Padang, Padangkita.com – Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi telah mengembuskan napas terakhirnya di RSUP M Djamil Padang, Sabtu (19/8/2020) malam. Kabar duka ini pun dengan cepat menyebar luas di tengah masyarakat.

Sebelum dipercaya menjadi bupati Tanah Datar periode 2016-2021, suami dari Darmiyati Anwar itu sudah menjabat sebagai Wakil Bupati Tanah Datar pada 2014-2015 mendampingi Bupati M. Shadiq Pasadigoe. Saat itu, ia menggantikan Hendri Arnis yang mengundurkan diri lantaran terpilih menjadi Wali Kota Padang Panjang.

Namun demikian, jauh sebelum malang melintang dalam dunia politik, Irdinansyah banyak berkiprah dalam dunia dakwah lewat perserikatan Muhammadiyah.

Ia terkenal sebagai sosok religius. Acapkali ia diundang sebagai khatib, mubalig, dai untuk membawakan khotbah dan pengajian hingga ke pelosok-pelosok Kabupaten Tanah Datar.

Lahir di Bukittinggi pada 13 Maret 1957, Irdinansyah langsung dibawa oleh orang tuanya ke Pekanbaru, Riau. Di sana, ia menamatkan pendidikan dasar, lalu menyambung ke sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN).

Tamat PGAN pada 1975, ia berkuliah di Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang. Jiwa aktivisnya tumbuh selama di kampus tersebut. Ia dikenal sebagai pemuda yang aktif dan peduli dengan perserikatan Muhammadiyah.

Baca Juga: Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Meninggal Dunia

Hal itu dibuktikan dengan jabatannya sebagai Wakil Ketua (Ikatan Pemuda Muhammadiyah) IPM Kota Padang dari 1976 sampai 1978 dan Ketum (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) IMM Kota Padang dari 1980 sampai 1982.

Setelah menamatkan kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang pada 1984, ia mengabdikan dirinya sebagai guru di SMA Muhammadiyah 3 Nanggalo Padang.

Saat yang sama, ia menjadi karyawan di Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB) sambil mencoba ikut PNS dan aktif di perserikatan dengan menjadi Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah dari 1985-sampai 1988.

Pada 1986, ia resmi diangkat sebagai PNS dan menjadi dosen di Fakultas Hukum UMSB. Di UMSB, kariernya cemerlang. Ia dipercaya sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Hukum UMSB dari 1989 sampai 1990. Setelah itu, ia menjadi Pembantu Rektor III UMSB dari 1990 sampai 1992.

Tak cukup mengabdi di perserikatan dan kampus, Irdinansyah merasa punya tanggung jawab untuk berbuat lebih banyak ke masyarakat. Niat itu membawanya terjun ke dunia politik. Kedekatannya dengan tokoh Golkar membuatnya mantap bergabung ke Partai Golkar.

Pada 1992, untuk kali pertama, ia dicalonkan sebagai anggota DPRD Kota Padang dan terpilih selama tiga periode sampai 2004. Setelah itu, ia duduk sebagai anggota DPRD Sumbar selama dua periode sejak 2004 hingga 2014.

Di kepengurusan Golkar, karier Irdinansyah cukup bersinar. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Padang dari 1998 sampai 2001. Setelah itu, ia ditarik ke kepengurusan Golkar Sumbar sebagai Sekretaris DPD I sejak 2001 sampai 2009.

Pada Pilkada 2015, Irdinansyah memantapkan maju berkompetisi. Ia mencalonkan diri sebagai Bupati Tanah Datar dengan wakil Zuldafri Darma.

Pasangan ini berhasil memenangi pemilihan Bupati Tanah Datar dengan raihan suara 52.852 suara (37,62%) mengungguli calon lainnya yaitu Edi Arman-Taufiq Idris dengan perolehan 39.633 suara (28,21%), Syaherdam-Sultani dengan perolehan 27.778 suara (19,77%), dan Nelson Darwis-Muzwar 20.213 suara (14,39%). [pkt]


Baca berita Tanah Datar terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist