Gerhana Bulan Total Picu Bencana? Ini Penjelasan BMKG

Penulis: Fuadi Zikri
|
Editor: Redaksi

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Tidak ada bencana alam yang timbul akibat fenomena Gerhana Bulan Total

Padang, Padangkita.com– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang menjelaskan, tidak ada bencana alam yang timbul akibat fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) Super Blood Moon yang akan terjadi, Rabu (21/5/2021) malam.

Hal itu ditegaskan menanggapi adanya kecemasan sebagian masyarakat tentang munculnya gempa, air pasang yang besar atau bencana lainnya.

Kepada Padangkita.com, Kepala BMKG Padang Panjang, Irwan Slamet mengatakan, bagi masyarakat yang hendak menyaksikan fenomena tahunan tersebut tidak perlu khawatir dengan berbagai bencana alam yang diisukan akan terjadi.

“Berdasarkan analisis dan riset yang telah kami lakukan, tidak ada kejadian (bencana alam) yang signifikan yang akan terjadi,” kata Irwan saat dihubungi Padangkita.com, Rabu (26/5/2021).

Irwan menjelasakan, fenomena GBT yang akan terjadi ini tidaklah sama dengan fenomena Gerhana Matahari. Sehingga, potensi terjadinya bencana alam terutama banjir rob atau naiknya air pasang pada fenomena GBT tidak sebesar saat terjadinya fenomena Gerhana Matahari.

Kata dia, pada fenomena GBT, posisi Matahari dan Bulan tepat berada di sebelah kiri dan kanan bumi. Berbeda halnya dengan Gerhana Matahari yang mana posisi Bulan tepat berada di antara Matahari dan Bumi.

Posisi Bulan dan Matahari pada fenomena GBT ini, kata Irwan, tidak menimbukan tarikan gravitasi yang cukup besar yang dapat menimbukan pasang laut naik secara berlebihan yang akan menimbulkan banjir rob atau luapan air laut.

“Kalau Gerhana Matahari memang ada potensi terjadinya air pasang bahkan banjir rob, karena super posisi antara Bulan dan Matahari. Jadi gravitasinya ditarik Bulan dan Matahari sehingga airnya naik lebih tinggi,” jelas Irwan.

“Pada fenomena GBT ini, air pasang mungkin akan terjadi, tapi tidak ada potensi (banjir rob). Bulannya memang dekat, tapi tidak super posisi, jadi (air pasang) normal saja, seperti purnama bulan normal yang biasa terjadi, tidak ekstrem,” ulasnya.

Bencana alam lainnya, lanjut Irwan, tidak berpotensi terjadi saat fonomena GBT berlangsung. Seperti, banjir, longsor hingga gempa bumi. Menurut Irwan, belum ada riset keterkaitan bencana tersebut dengan fenomena GBT ataupun Gerhana Matahari.

“Garis bawahi lagi, gerhana itu tidak mempengaruhi gempa bumi, tanah longsor, banjir, itu belum ada risetnya bahwa gerhana bulan atau matahari bisa mempengaruhi. Gempa bumi ya dipengaruhi oleh tatanan tektonik yang bergerak,” terang Irwan.

Dengan begitu, Irwan mengajak masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena GBT dapat menyaksikannya pada waktu-waktu yang sudah diinformasikan sebelumnya. Apalagi, fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang.

“Kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sumbar, silakan melihat dan nikmatilah fenomena alam ini. Tapi jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan karena tengah pandemi Covid-19. Jangan berkerumun, dan tetap pakai masker,” ingatnya.

Diketahui, fenomena GBT ini akan berlangsung selama beberapa jam, mulai dari fase awal penumbra pada pukul 15.46 WIB, fase awal sebagian, awal total, puncak gerhana, akhir total, akhir sebagia hingga berakhir pada fase akhir penumbra pada pukul 20.51 WIB.

Namun, di Sumbar hanya dapat disaksikan pada fase awal total pada pukul 18.09 WIB hingga fase akhir penumbra. Kata Irwan, fenomena GBT dapat disaksikan secara jelas dan terang di wilayah Indonesia Bagian Timur.

Baca juga: Bersiaplah! Gerhana Bulan Total Terjadi Nanti Malam, Bisa Disaksikan di Langit Sumbar

“Di Sumbar fenomenanya terjadi pas Magrib, jadi engga terlalu terang,” ujar Irwan. [pkt]

Baca berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler