Fakta-fakta Pilkada Sumbar 2020, Incumbent Bertumbangan hingga Pemungutan Suara Diulang

Penulis: Redaksi
|
Editor: Zulfikar

Padang, Padangkita.com – Pertarungan para Pasangan Calon (Paslon) untuk meraup suara di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatra Barat (Sumbar) tahun 2020 usai. Sejumlah pasangan juga telah mendeklarasikan kemenangan, meskipun data resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum tuntas.

Pilkada yang diikuti 13 kabupaten dan kota serta 1 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) di Sumbar masih menyisakan cerita panjang dan deretan fakta-fakta menarik, mulai dari para incumbent yang bertumbangan hingga Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Berikut rangkuman dari Padangkita.com terkait fakta-fakta menarik seputar Pilkada Sumbar 2020:

Petahana Berguguran, Peluang Penantang Lebih Gemilang

Sejumlah petahana di Pilkada Sumbar bertumbangan, mulai dari Pilgub hingga Pilkada di kabupaten dan kota. Merujuk data Model C. Hasil KWK yang dikirim Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) ke Sistem Rekapitulasi Elektronik (Sirekap) hingga Minggu (13/12/2020) pukul 14.44 WIB di Pilgub Sumbar petahana kalah.

Perolehan suara petahana Wakil Gubernur, Nasrul Abit dan pasangannya Indra Catri masih jauh di bawah pasangan Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy. Jarak suara antara kedua pasangan tersebut saat ini yaitu 44.515 suara.

Pasangan Mahyeldi-Audy unggul 33,1 persen dibandingkan pasangan Nasul Abit-Indra Catri, yaitu 30,2 persen.

Lalu, untuk Pemilihan Bupati (Pilbub) dan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) di 13 kabupaten dan kota di Sumbar, sejumlah petahana juga kalah suara.

Pilwako Bukittinggi, data yang masuk hingga saat ini sudah mencapai 81,55 persen atau 190 dari 233 TPS yang ada di darah itu.

Pasangan penantang, Erman Safar- Marfendi telah memperoleh sebanyak 20.137 suara atau 44,8 persen. Sementara pasangan petahana Muhammad Ramlan Nurmatias-Syahrizal memperoleh sebanyak 18.264 suara atau 40,6 persen.

Selisih suara antara kedua pasangan itu saat ini sebanyak 1.873 suara.

Di Pasaman Barat data yang sudah masuk sebanyak 398 dari 1.034 TPS atau 38,49 persen.

Saat ini, pasangan penantang yaitu Hamsuardi–Risnawanto unggul dengan perolehan sebanyak 21.090 suara atau 31,5 persen.

Sementara pasangan petahan bupati, Yulanto-Syafrizal memperoleh sebanyak 19.175 suara atau 28,7 persen. Selisih suara antara pasagan tersebut yaitu sebanyak 1.915 suara.

Di Pesisir Selatan (Pessel), petahan bupati dan wakil bupati bertarung. Di daerah ini, suara untuk petahana wakil bupati jauh lebih banyak dibandingkan petahan bupati.

Pasangan petahana Bupati, Hendrajoni-Hamdanus hingga saat ini baru memperoleh 37,8 persen atau 68.370 suara.

Sementara pasangan petahana wakil bupati, Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah telah memperolehan sebanyak 103.690 suara atau 57,4 persen lebih unggul dari petahana bupati.

Suara yang masuk hingga saat ini telah mencapai 81,73 persen atau 899 dari 1.100 TPS yang ada di daerah itu. Fajar kemenangan sudah berada di tangan Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah, karena perbedaan peroleh suara anatara kedua pasangan itu sangat signifikan.

Di Solok Selatan (Solsel) data yang masuk sudah mencapai 46,85 persen atau 216 dari 461 TPS yang ada di daerah itu.

Terpopuler