Covid-19 Dinilai Mulai Reda, Aturan WFH untuk ASN di Bukittinggi Dicabut

Penulis: Agg
|
Editor: Zulfikar

Berita Bukittinggi, berita Sumbar terbaru dan berita Virus Corona (Covid-19) Sumbar: Mulai besok, Senin (12/10/2020) ASN di Bukittinggi diwajibkan masuk kantor, WFH hanya diperbolehkan bagi ASN yang rentan terpapar Covid-19.

Bukittinggi, Padangkita.com – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi mencabut aturan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu, dan mulai besok, Senin (12/10/2020) seluruh ASN diwajibkan masuk kantor.

Pencabutan aturan WFH itu dilakukan karena dinilai kasus Covid-19 di Kota Wisata itu telah mulai mereda. Namun, bagi ASN yang rentan terpapar Corona masih tetap diperbolehkan untuk WFH.

Baca Juga

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) tanggal 9 Oktober 2020 yang ditandatangani Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bukittinggi, Zaenuddin.

Dalam SE itu dijelaskan, bahwa kasus Covid-19 di Bukittinggi sudah mulai reda. “Sehubungan dengan menurunnya penyebaran Covid-19 di Bukittinggi, maka seluruh ASN agar kembali bekerja seperti biasa, sesuai dengan ketentuan jam kerja yang berlaku,” tertulis di SE tersebut.

Lalu, juga dijelaskan , ketentuan WFH hanya diperbolehkan bagi ASN yang rentan terpapar Covid-19. “ASN yang dikecualikan atau diizinkan untuk WFH yaitu ASN yang hamil, menyusui di bawah satu tahun dan memiliki penyakit menahun,” ujar Pjs Wali Kota Bukittinggi, Zaenuddin dalam SE yang diterima Padangkita.com, Minggu (11/10/2020).

Meskipun demikian, Zaenuddin tetap mewajibkan agar masing-masing atasan dari ASN yang WFH itu memberikan tugas kepada bawahannya untuk dikerjakan di rumah dan dilaporkan secara berkala.

“Semua wajib diberikan tugas dan melaporkannya setelah jam kerja selesai,” ungkapnya.

Lalu, ASN yang diperbolehkan WFH juga diwajibkan untuk berbagi lokasi (share loc) di WhatApp kepada atasannya.

“Presensi diambil melalui share loc dengan ketentuan live delapan jam. Setiap instansi wajib (atasan) atau yang berwenang juga wajib memantaunya,” papar Zaenuddin.

Sementara, bagi ASN yang tidak memiliki smartphone, maka wajib melapor melalui sms. “Koordinasi pekerjaan dilakukan melalui teknologi informasi, seperti email, WhatsApp, Video Conference dan lainnya. ASN yang WFH juga dilarang keluar daerah,” tegasnya dalam surat itu.

Dalam SE itu juga dicantumkan imbauan, agar ASN memperhatikan serta menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diharapkan dapat ikut aktif memantau perkembangan Covid-19 di tempat kerja masing- masing.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, dr Vera menyebutkan, kasus positif Covid-19 sudah mulai menurun.

Bahkan, data sementara tim gugus tugas Covid-19 Sumbar, Kota Bukittinggi masuk salah satu daerah yang masih zona oranye.

Data terakhir perkembangan Covid-19 di Bukittinggi, tercatat kasus positif Covid-19 sebanyak 523 orang, meninggal dunia 10 orang dan 213 pasien positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Data Terbaru, 3 Kota di Sumbar Masuk Zona Merah Covid-19

“Alhamdulillah sejak beberapa hari terakhir, kasus positif covid-19 di Bukittinggi sudah mulai menurun,” kata dr Vera. [zfk]


Baca berita Bukittinggi, berita Sumbar terbaru dan berita Virus Corona (Covid-19) Sumbar hanya di Padangkita.com.

Terpopuler