Cerita Komunitas Mobil Kijang Ranah Minang Libatkan Keluarga Kembangkan Organisasi hingga Aksi Sosial

Penulis: Muhammad Aidil

Berita Padang Pariaman hari ini dan berita Sumbar hari ini: Komunitas Kijang Ranah Minang yang melibatkan keluarga untuk kembangkan organisasi.

Parit Malintang, Padangkita.com – Jumlah komunitas mobil di Sumatra Barat (Sumbar) saat ini mencapai ratusan. Rata-rata didominasi oleh anak muda dan mobil jenis terbaru. Banyak cara yang mereka lakukan dalam menarik simpati masyarakat hingga terlibat dalam aksi sosial.

Kijang Ranah Minang Community (KRMC) yang lebih memilih membentuk sebuah komunitas mobil keluaran tahun 1980-an tersebut.

Koordinator Wilayah (Korwil) KRMC Sumbar Regional Padang Pariaman, Desramai Sabriyantomi mengatakan, komunitas yang berdiri sejak tahun 2019 itu juga melibatkan keluarga dan pasangan dalam mengembangkan organisasi.

“Karena kami ingin membentuk kebersamaan dan ingin mengenal satu sama lain,” katanya kepada Padangkita.com, Minggu (28/3/2021) di Padang Pariaman.

Saat ini, kata Tomi, jumlah anggota (member) inti KRMC yang berasal dari Padang Pariaman berjumlah 24 orang.

“Salah satu bentuk kegiatan kami adalah melakukan aksi dan donasi sosial ke masyarakat kurang mampu, termasuk ke Panti Asuhan Al-Kautsar di Pakandangan, di mana kami berencana akan menjadi donatur tetap di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Penasehat KRMC, Suardi mengatakan kegiatan sosial yang mereka lakukan sebagai wujud kebersamaan.

“Program (kegiatan sosial/bansos) ini sudah lama dicetuskan, saat ini baru bisa disalurkan pada Panti Asuhan Al-Kautsar Muhammadiyah Padang Pariaman. Bantuan yang kami berikan berupa kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako). Ini sebagai wujud kekompakan kami semua sebagai komunitas,” katanya.

Ke depan, kata Suardi, dalam menyambut bulan suci Ramadan, pihaknya juga akan berbagi kepada anak yatim yang berada di sekitar KRMC.

“Nantinya, kami akan kumpulkan zakat fitrah yang berasal dari anggota KRMC itu sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Panti Asuhan Al-Kautsar Muhammadiyah Kabupaten Padang Pariaman, Iryos Mardi mneyebutkan pihaknya memang menawarkan ke KRMC untuk menjadi donatur tetap bagi 40 anak-anak asuhnya.

“Karena rata-rata bantuan yang kami terima itu hanya cukup untuk satu bulan operasional, sementara kebutuhan kami itu sangat banyak,” katanya.

Dia menyebutkan, Panti Asuhan tersebut sudah berdiri sejak tahun 2015 silam, namun baru bisa dioperasionalkan sejak tahun 2017 karena terkendala dalam pengurusan administrasi dan izin.

Baca juga: Komunitas Cahaya Peringati Hari Kanker Anak Internasional di RSUP M Djamil Padang

“Dari Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah lama memberikan Surat Keputusan (SK)-nya. Jumlah anak kami saat ini sudah 40 orang, ada anak asuh di luar dan di dalam, mengingat kapasitas atau daya tampung yang terbatas dan itu diprioritaskan untuk laki-laki,” ucapnya. [pkt]


Baca berita Padang Pariaman hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist