Cabor Pencak Silat Terancam Tidak Dipertandingkan di Porprov Padang Pariaman

Penulis: J Sastra
Pencak silat. (Foto: Ist.)

Padangkita.com – Cabang olahraga pencak silat terancam tidak bisa dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Padang Pariaman tahun ini. Hal ini diduga terjadi karena kelalaian dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Padang Pariaman.

Ketua KONI Padang Pariaman Aprinaldi mengatakan, hal tersebut terjadi karena susahnya koordinasi antara KONI dengan Pengcab IPSI Padang Pariaman. Bahkan, menurutnya, pengurus IPSI Padang Pariaman jarang hadir setiap kali diadakan rapat untuk membahas Porprov.

“Susah sekali kita koordinasi dengan IPSI Padang Pariaman. Setiap rapat Porprov mereka jarang hadir. Bahkan kita juga sudah lama minta kebutuhan anggaran untuk Porprov, tapi mereka juga belum memasukkan,” kata Aprinaldi dilansir laman Pemprov Sumbar, Rabu (07/03/2018).

Aprinaldi pun menjelaskan bahwa KONI Padang Pariaman tidak bisa mengambil keputusan sendiri terkait kebutuhan anggaran cabor pencak silat ini. Pihak KONI khawatir apa yang mereka persiapkan nanti tidak sesuai dengan kebutuhan cabor pencak silat selama pertandingan Porprov.

Ia mencontohkan kebutuhan matras untuk pertandingan. Pihak yang mengetahui spesifikasi barang dengan jelas tentu pengurus IPSI sendiri. Jika KONI atau Disparpora membelinya, dikhawatirkan tidak sesuai dengan spesifikasi untuk pertandingan resmi.

“Kita juga butuh anggaran yang jelas untuk diajukan ke Disparpora Pariaman, di mana untuk silat tentu saja Pengurus IPSI-nya yang tahu. Itu sebabnya, jika mereka tetap berlalai-lalai, apa boleh buat, pencak silat bisa saja tidak dipertandingkan di Porprov,” tegas Aprinaldi.

Senada dengan itu, Ketua Talent Scouting KONI Padang Pariaman Septri mengaku tidak keberatan jika pencak silat tak dipertandingkan di Porprov. Menurutnya, tak ada untungnya cabor tersebut dipertandingkan bagi kontingen Padang Pariaman.

Apalagi dikatakan Septri cabor pencak silat bukan cabor prioritas bagi Padang Pariaman. Terbukti pada edisi Porprov XIV Kota Padang, hanya mendapat satu medali perunggu. Hal itu dinilai tidak sebanding dengan uang ratusan juta yang digelontorkan KONI Padang Pariaman untuk cabor tersebut.

“Kami tentu memprioritakan cabor yang bisa mendulang medali emas. Sementara, silat hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan. Karena target Bapak Bupati Padang Pariaman untuk menjadi juara umum harus diwujudkan bersama,” jelas Wakil Ketua KONI Padang Pariaman itu.

Menanggapi permasalahan ini, Ketua Umum KONI Sumbar Syaiful meminta KONI Padang Pariaman untuk berkoordinasi dengan Pengprov IPSI Sumbar. Jika memang pekerjaan ini tetap tidak bisa dilaksanakan oleh Pengcab IPSI Padang Pariaman, KONI Padang Pariaman wajib untuk segera menindaklanjuti dan mengerjakannya sendiri. Karena pada dasarnya yang akan mendaftarkan atlet, pelatih, dan kontingen nantinya adalah KONI Kabupaten/Kota, bukan Pengcab sebuah cabor.

Terkait kemungkinan peniadaan cabor pencak silat, Syaiful mengatakan tuan rumah Padang Pariaman punya hak prerogatif jika memang tidak ingin mempertandingkan cabor tersebut di Porprov nanti. Tuan rumah tentu menginginkan cabor yang dipertandingkan di Porprov adalah cabor yang benar-benar memberikan kontribusi medali untuk kontingennya.

“Saya salut dengan ketegasan Ketua KONI Padang Pariaman. Namun, sayang disayangkan bila silat sebagai olahraga asli masyarakat Minangkabau tidak dipertandingkan di Porprov,” ungkap Syaiful.

Terpopuler