BPBD Mulai Salurkan Air Bersih untuk Ratusan Kepala Keluarga yang Kekeringan di Kota Padang

Penulis: Fuadi Zikri
|
Editor: Zulfikar

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: BPBD mulai menyalurkan air bersih untuk warga yang kekeringan di Kota Padang.

Padang, Padangkita.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menyebutkan akan menyalurkan air bersih secara rutin untuk daerah yang dilanda kekeringan di Kota Padang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Sutan Hendra mengatakan, berdasarkan catatan BPBD, saat ini ada dua daerah yang krisis air bersih, yaitu Kelurahan Batang Arau dan Seberang Palinggam.

Menurut Sutan Hendra, BPBD bekerja sama dengan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak.

“Hari ini merupakan hari pertama kita menyuplai air untuk warga di sini (Batang Arau), ini akan berlanjut. Kita suplai setiap hari, untuk kebutuhan airnya kita bekerja sama dengan PDAM,” ujar Sutan Hendra saaat menyuplai air bersih di Batang Arau, Selasa (16/2/2021).

Lalu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD menyuplai air bersih menggunakan mobil tangki sebanyak enam trip setiap hari di dua kelurahan tersebut.

“Satu trip ada sekitar 5.000 liter. Kita dapat suplai air dari PDAM Kota Padang,” ungkapnya.

Krisis air yang dialamai warga Batang Arau, jelas Sutan Hendra, karena mata air yang ada di Bukit Gado-gado mengering. Sementara, mata air itu merupakan satu-satunya sumber air bersih bagi warga yang tinggal di dataran tinggi di kedua daerah tersebut.

Sutan Hendra menyebutkan bahwa peristiwa ini merupakan hal lumrah yang terjadi setiap musim kemarau melanda Kota Padang.

Selain dua daerah ini, katanya, juga ada daerah lain yang mengalami hal serupa di Kota Padang.

“Terakhir krisis air bersih itu terjadi sekitar 2018, saat itu kita menyuplai air bersih kepada warga selama tiga bulan. Begitu juga hari ini, kita akan suplai terus sesuai kebutuhan dan permintaan warga,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Batang Arau, Eka Saputra mengatakan, ada sekitar 600 lebih Kepala Keluarga (KK) di daerahnya yang kekurangan air bersih saat ini.

Krisis air bersih ini, kata Eka, sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan. Warga terpaksa menggunakan air keruh yang ada di bak penampungan di sekitar perumahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mencuci hingga mandi.

“Kita berharap, pihak terkait, seperti BPBD dan PDAM dapat menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga hingga air di mata air Bukit Gado-gado kembali mengalir ke rumah warga,” ujar Eka.

Baca juga: Ratusan Kepala Keluarga di Batang Arau Kota Padang Krisis Air Bersih, Sumber Air Bukit Gado-gado Mengering

Eka menambahkan, krisis air bersih ini persis sama terjadi di Kelurahan Seberang Padang. “Di Seberang Padang sekarang juga krisis air bersih, karena sebagian warga di sana juga tinggal di daerah ketinggian dan juga memanfaatkan mata air di Bukit Hado-gado sebagai sumber air bersih,” katanya. [zfk]


Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist