BMKG: Hilal Terendah yang Pernah Terjadi 6,21 Derajat 

Penulis: Isran Bastian

Jakarta, Padangkita.com – Sidang isbat penentuan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1443H/2022 di Indonesia bakal digelar pemerintah bersama pihak terkait hari ini, Minggu (1/5/2022). Bersamaan dengan sidang ini, terlebih dahulu digelar pemantauan langsung posisi hilal oleh BMKG.

Pihak BMKG merilis, secara keseluruhan pengamatan hilal dilakukan pada 31 lokasi yang direncanakan Ahad, 1 Mei 2022, dari Aceh hingga Papua. Matahari yang terbenam paling awal di Merauke (Papua) pada pukul 17.29.47 WIT dengan tinggi hilal sekitar 3,79 derajat.

Adapun matahari yang terbenam paling akhir, yaitu pada pukul 18.45.42 WIB di Sabang, Aceh, dengan tinggi hilal berkisar 5,57 derajat.

Sebagai informasi, Hilal dengan ketinggian terendah yang pernah teramati oleh BMKG (Melalui tim pengamat Stasiun Geofisika Waingapu) adalah 6,21 derajat pada tahun 2016 dan merupakan rekor yang belum terpecahkan.

Baca Juga: BMKG Buka Suara Potensi 1 Syawal, Lebaran Idul Fitri 2022 Kapan?

“Semoga Esok Hari BMKG mampu memecahkan rekor tersebut,” tulis BMKG lewat account Facebook resminya, dikutip Padangkita.com, Minggu (1/5/2022).

Pada postingan tersebut BMKG mengajak masyarakat turut menyaksikan proses Rukyat Hilal yang digelar di 31 titik lewat laman www.bmkg.go.id/hilal. [isr]  

Terpopuler

Add New Playlist