BMKG Buka Suara Potensi 1 Syawal, Lebaran Idul Fitri 2022 Kapan?

Penulis: Isran Bastian

Jakarta, Padangkita.com – Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono ST, Dipl.Seis, M.Sc. buka suara terkait datangnya bulan Syawal 1443 Hijriyah atau 1 Syawal sebagai hari H Lebaran Idul Fitri 2022.

Diketahui, untuk memutuskan kapan Lebaran Idul Fitri 2022 atau 1 Syawal 1443 Hijriyah ditetapkan secara pasti, akan diselenggarakan sidang isbat oleh Kementerian Agama bersama dengan pihak-pihak terkait.

Beber Rahmat, BMKG telah mempersiapkan layanan informasi berupa data-data hisab hilal. BMKG telah membuat prediksi potensi hilal penanda berakhirnya bulan Ramadhan 1443 Hijriyah ini.

Selain itu, BMKG juga telah menyiapkan rencana pengamatan (rukyat) hilal di seluruh Indonesia dan bekerja sama dengan Kementerian Agama, ormas-ormas Islam dan berbagai elemen masyarakat.

Bulan Syawal adalah bulan kesepuluh dari total 12 bulan dalam kalender Hijriah yang berdasarkan peredaran Bulan mengelilingi Bumi dan Bulan bersama-sama dengan Bumi mengelilingi Matahari.

Terkait penentuan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2022, Rahmat menjelaskan, pengamatan hilal yakni Bulan dan Matahari menjadi hal yang sangat penting dalam penentuan waktu.

“Mengingat perubahan posisi kedua benda langit ini dapat diprediksi, BMKG menginformasikan posisi keduanya sebelum terjadi, berdasarkan hisab (perhitungan),” jelas Rahmat dalam keterangan tertulisnya, dikutip Padangkita.com, Minggu (24/4/2022).

Rahmat menjelaskan, untuk memverifikasi keakuratan prediksi (hisab), BMKG melaksanakan pengamatan hilal setiap awal bulan Hijriyah (minimal 12 kali dalam satu tahun) dengan mekanisme pengamatan adalah menggunakan teleskop atau teropong terkomputerisasi yang dipadukan dengan teknologi informasi.

“Saat pengamatan dilaksanakan, kecerlangan cahaya hilal akan direkam oleh detektor yang dipasang pada teleskop yang secara otomatis mengikuti berubahnya posisi Bulan di ufuk Barat,” jelasnya.

BMKG akan melaksanakan Rukyat Hilal pada hari Ahad, 1 Mei 2021 oleh 33 tim di 31 lokasi yang tersebar di Indonesia. Pengamatan hilal 1 syawal untuk tentukan kapan Lebaran Idul Fitri 2022, akan dilaksanakan di Aceh Besar, Medan, Tapanuli Tengah, Padang, Bengkulu, Tanjung Pinang, Batam, Serang (2 lokasi), Pandeglang, Subang, Kebumen, Tegal, Yogyakarta, Malang, Badung, Mataram, Kupang, Waingapu, Alor, Balikpapan, Makassar (2 tim), Donggala, Manado, Kolaka, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, dan Jayapura (2 tim).

Hilal adalah bulan sabit tipis yang dijadikan penentu awal bulan Syawal, maupun awal bulan lain dalam kalender Hijriyah.

Dijelaskan Rahmat, potensi hilal 1 Syawal 1443 Hijriyah sebagai penentu perayaan Hari Raya Idul Fitri bisa dinilai dari berbagai indikator yang juga telah diperhitungkan hisabnya, yang kemudian diprediksikan hasilnya akan seperti di bawah ini.

1. Konjungsi (Ijtimak) awal bulan Syawal 1443 H di Indonesia terjadi sebelum Matahari terbenam pada hari Ahad, 1 Mei 2022 M, pukul 03.27 WIB atau 04.27 WITA atau 05.27 WIT.

2. Terbenam Matahari, paling awal terjadi di Merauke (Papua) pukul 17.29 WIT dan paling akhir pukul 18.45 WIB di Sabang, (Aceh).

3. Tinggi Hilal saat matahari terbenam berkisar antara terendah sebesar 3,79? di Merauke (Papua) sampai dengan tertinggi sebesar 5,57? di Sabang (Aceh).

4. Elongasi saat Matahari terbenam terkecil terjadi sebesar 4,88? di Oksibil (Papua) sampai dengan terbesar 6,35? di Sabang (Aceh).

5. Umur Bulan saat Matahari terbenam berkisar dari yang termuda sebesar 12,03 jam di Merauke (Papua) sampai dengan yang tertua sebesar 15,30 jam di Sabang (Aceh).

6. Lag atau selisih terbenamnya Matahari dan terbenamnya Bulan berkisar antara 19,19 menit di Merauke (Papua) sampai dengan 27,07 menit di Sabang (Aceh).
7. Kecerlangan Bulan (FIB) saat Matahari terbenam berkisar antara 0,18 persen di Oksibil (Papua) sampai dengan 0,31 persen di Sabang (Aceh).

Baca Juga: BMKG Sebut Kecil Kemungkinan Ramadan 1443 H Jatuh 1 April

“Berdasarkan data-data tersebut di atas, pengamatan rukyat hilal pada 1 Mei 2022 hilal berpotensi terlihat (teramati), namun tergantung kondisi cuaca saat pengamatan di setiap lokasi pengamatan,” ujarnya. [*/isr]

Terpopuler

Add New Playlist