Begini Modus Skimming di Padang, ATM BNI Nominal Rp50 Ribu Jadi Target

Penulis: Fuadi Zikri

Padang, Padangkita.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang membeberkan bagaimana sindikat kejahatan skimming ATM jaringan internasional melancarkan aksinya.

Kapolresta Padang, AKBP Imran Amir mengatakan jaringan ini sudah ahli dalam melakukan aksinya. Hal itu, kata Imran, dapat dilihat dari proses kerja dan semua perlengkapan dan persiapan yang mereka lakukan sangat matang.

Baca Juga

“Mereka ini seperti sudah ahli dalam melakukan kejahatan ini. Kita lihat alat-alat yang mereka gunakan memang alat yang sudah dirancang khusus untuk (kejahatan) ini,” kata Imran saat press release di Mapolresta Padang, Jumat (23/10/2020).

Imran mamaparkan, lima pelaku yang telah ditangkap punya peran masing-masing. Mereka sangat kompak dan sangat teliti dalam melancarkan aksinya Salah satu dari mereka, pelaku berinisial SD, 34 tahun, bertindak sebagai koordinator.

Sebelum melakukan aksinya, para pelaku ini terlebih dahulu melakukan pemetaan dan pemantauan mesin ATM mana saja yang dapat dijadikan sebagai target kejahatan. Setiap mesin ATM yang ada di Kota Padang mereka datangi dan di cek apakah sesuai dengan target mereka atau tidak.

“Target mereka ATM dengan nominal Rp50.000 dari Bank BNI. Karena bank ini cukup mudah untuk dijadikan target. Sebab, menurut mereka, sekuriti nya cukup lemah,” jelas Imran.

Selain itu, mereka juga mengambil foto ATM tersebut dan dikirimnya ke koordinatornya apakah ATM tersebut bisa atau tidak. Mereka juga melihat apakah ATM tersebut ramai dikunjungi atau sepi.

Selanjutnya, setelah menemukan target, barulah pelaku dengan inisial ML, 35 tahun dan JAS, 24 tahun memasang alat khusus yang telah dipersiapkan pada ATM.

Alat tersebut berupa dua kamera yang telah dilengkapi kartu memori beserta baterai yang dipasang pada bagian langit-langit di atas tombol untuk memasukan pin ATM.

Alat ini berguna untuk merekam pin ATM dari korban. Sementara itu, di mulut tempat memasukkan kartu ATM, pelaku memasang sebuah cip yang berguna untuk merekam dan menyalin semua data nasabah dari penggunaan ATM tersebut.

“Langit-langit dan mulut ATM-nya sudah mereka persiapkan juga dan alat khusus tersebut sudah mereka tempelkan di sana. Jadi, di lokasi mereka hanya tinggal menempelkannya saja dengan lem. Kalau beda warna akan mereka cat dulu dengan cat pilox agar sama,” jelas Imran.

Dua pelaku lainnya, SW, 27 tahun dan RRL, 35 tahun, lanjut Imran, bertugas untuk memantau lokasi sekitar dan jadi pemain cadangan dari dua pelaku yang memasang alat khusus tersebut. Selanjutnya, setelah alat tersebut terpasang, maka para pelaku akan menunggu selama 3 jam untuk menghitung berapa banyak korban yang masuk.

“Karena alat mereka ini hanya bertahan selama 3 jam, setelah itu mereka cabut lagi,” ucap Imran.

Lebih lanjut, setelah para pelaku mendapatkan data nasabah, pelaku dengan segera mengirimkan ke bos mereka yang berada di Malaysia untuk proses penarikan. Proses penarikan uang, mereka menggunakan ATM lain yang sudah dikloning dari hasil salinan data nasabah yang berhasil dicuri.

“Setelah berhasil, mereka ini masing-masing akan dapat jatah Rp2 juta dari bosnya,” ucap Imran.

Ditambahkan Imran, para pelaku ini sudah beraksi di Kota Padang sejak 13 Oktober 2020 lalu. Setidaknya 81 data nasabah berhasil mereka dapat dari tiga lokasi yang berbeda, yaitu di ATM Transmart Padang, ATM BNI di Marapalam, dan ATM Plaza Andalas.

Baca Juga: Polisi Bongkar Sindikat Kejahatan Skimming ATM di Kota Padang, Pelakunya Asal Sumut

Sementara, alat yang dipergunakan pelaku diperoleh dan dikirim langsung oleh bos mereka dari Malaysia. Untuk pengembangan, alat tersebut akan dikirim ke Laboratorium Forensik Digital Mabes Polri untuk diperiksa lebih lanjut.

“Kita juga berkoordinasi dengan pihak lainnya untuk mengungkap dan menangkan pelaku yang ada di Malaysia ini,” ujar Imran. [pkt]

Terpopuler