Begini Aturan Pengetatan dan Larangan Mudik Lebaran 2021 di Sumbar

“Agar kabupaten/kota mendirikan karantina mandiri di daerah masing-masing. Setiap orang yang masuk ke daerahnya setelah bepergian dari luar daerah, wajib dikarantina selama 14 hari, atau dikarantina sampai hasil Swab PCR-nya keluar. Setelah 14 hari atau jika hasil swabnya negatif, barulah yang bersangkutan boleh berinteraksi di tengah-tengah masyarakat,” terangnya.

Satgas Kabupaten/Kota juga diminta untuk melibatkan semua institusi informal masyarakat untuk dapat secara bersama-sama mengajak masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dan serta mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi di pusat-pusat kesehatan terdekat.

Satgas Kabupaten/Kota diharapkan secara rutin dan berkala melakukan razia dan penindakan pelanggaran protokol kesehatan baik kepada perorangan maupun perusahaan dan institusi yang telah diatur dalam Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru

“Diharapkan Satgas Kabupaten/Kota dapat melakukan berbagai inovasi yang berlandaskan kearifan lokal dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Seperti adanya Nagari Tageh atau Kongsi Covid,” terangnya.

Sementara itu, terkait pengawas orang datang di bandara, dilakukan dengan melakukan schreening ketat melalui test PCR Swab secara gratis.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Semua Daerah Buat Aturan Larangan Mudik, Lonjakan Kasus Covid-19 di Sumbar Tinggi

Jasman menjelaskan jika ditemukan pelanggaran, maka Satgas Kabupaten/Kota diminta menindak dam memberi sanksi sesuai Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pengendalian dan Pencegahan Covid-19 di Sumbar. [pkt]


Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler