Angka Inflasi Terkendali di Bawah 1 Persen, Ini yang Dilakukan Pemko Padang

Penulis: Muhammad Aidil

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Wako Padang, Hendri Septa mengeklaim inflasi di daerahnya di bawah angka satu persen.

Padang, Padangkita.com – Wali Kota Padang Hendri Septa mengeklaim inflasi di Kota Padang berada di bawah angka satu persen atau masih bisa dikendalikan.

Dia meyakini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang mampu mengendalikan inflasi di Kota Padang dengan menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan serta kelancaran pendistribusian barang pangan strategis.

“Beberapa upaya pengendalian inflasi yang telah dan sedang dilakukan di Kota Padang seperti pemberian bantuan ternak dan insentif peternak yang memiliki sapi bunting, pembuatan rumah pangan dan lainnya,” kata Hendri, Kamis (6/5/2021).

Selain itu, lanjut dia, Pemerintah Kota (Pemko) Padang juga telah mengupayakan peningkatan produksi pertanian dan perikanan melalui program hidroponik dan budi daya ikan dan sayur dalam ember (budikdamber).

“Sehingga masyarakat diajarkan mandiri dalam mencukupi kebutuhan pangan rumah tangga kecil mereka,” ulasnya.

Pada bulan Ramadan 1442 Hijriah ini, sambungnya, Pemko Padang tetap mengupayakan dan melaksanakan voucher belanja serta pasar murah bagi rumah tangga miskin atau yang terdampak Covid-19.

“Dananya melalui APBD dan APBN, Baznas dan CSR perusahaan yang ada di Kota Padang. Hal ini merupakan tindak lanjut amanah pemerintah pusat untuk jaringan pengaman sosial (JPS) dan upaya menjaga daya beli masyarakat di Kota Padang, khususnya selama Ramadan hingga pasca-lebaran,” ucapnya.

Dari data yang didapatkan, kata Hendri, angka inflasi di Kota Padang dalam interval waktu Januari hingga Maret 2021 berada di level yang sangat rendah di angka 0,12 persen, 0,38 persen dan 0,31 persen atau dengan kata lain belum menyentuh di level 1 persen.

Baca juga: Januari-Maret 2021, Inflasi di Kota Padang di Bawah Satu Persen

“Bahkan di Februari malah terjadi deflasi sebesar 0,38 persen. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar harga-harga barang kebutuhan pangan strategis tidak merangkak naik. Di antaranya untuk tidak menjadi spekulan atau menimbun barang, tidak terpancing isu tentang kelangkaan barang, dan tidak mubazir,” tuturnya. [pkt]


Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler