Akhiri Konflik, Masyarakat Sumpur dan Padang Laweh Malalo Tandatangani Kesepakatan Damai, Ini Isinya

Penulis: Agg

Berita Tanah Datar terbaru dan berita Sumbar terbaru: Konflik antar warga Nagari Padang Laweh Malalo dan Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar berakhir damai. Perwakilan kedua belah pihak juga sudah menandatangani kesepakatan perdamaian.

Batusangkar, Padangkita.com – Masyarakat Nagari Padang Laweh Malalo dan Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar sepakat mengakhiri konflik yang terjadi selama ini. Perwakilan kedua nagari yang berdekatan secara wilayah, kekerabatan dan kekeluargaan ini menandatangani kesepakatan perdamaian. Mereka saling pun saling memaafkan, dan berjanji tidak akan mengulangi bentrok yang sempat pecah dua hari lalu.

Tak hanya itu, perwakilan masyarakat Nagari Guguak Malalo, yang sebelumnya juga sempat berkonflik dengan masyarakat Sumpur, ikut menyepakati untuk berdamai dan menghentikan segala perselisihan soal tapal batas nagari tersebut. Kesepakatan damai tiga nagari ditandatangani di Mapolres Padang Panjang, Selasa (13/10/2020) malam.

Baca Juga

Pernyataan perdamaian itu ditandangani Wali Nagari Padang Laweh Malalo, Wali Nagari Guguak Malalo, Wali Nagari Sumpur, Ketua KAN dan Ketua BPRN ketiga nagari, serta Ketua Pemuda ketiga nagari. Ikut pula menandatangani Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) Nazwir, Kapolres Padang Panjang AKBP Apri Wibowo, dan Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf. Wisyuda Utama.

Berikutnya, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar diwakili Kepala Kantor Kesbang Irwan, Kadis PMPTSP dan Naker Zarratul Khairi, Kabag Pemerintahan dan Otonomi Daerah Herison dan Camat Batipuh Selatan, Herru Rachman.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Irwan pada kesempatan itu menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas tercapainya kesepakatan damai tersebut.

“Pada malam ini, Selasa (13/10/2020), kita baru saja menyelesaikan perdamaian antara masyarakat Sumpur dan masyarakat Malalo Tigo Jurai (Padang Laweh dan Guguak). Alhamdulillah berkat ridha Allah SWT dan dukungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, semua bisa tercapai,” kata Irwan.

Dengan perdamain itu, dia berharap, semua pihak merasa bersaudara dan kembali dengan rasa suka dan senang, tanpa ada rasa kecemasan apalagi rasa konflik.

“Alhamdulillah ini berkat kerjasama kita,” ulasnya Irwan.

Irwan meminta perwakilan tiga nagari menyampaikan dan menyosialisasikan kesepakatan damai yang telah ditandatangani bersama ke tengah-tengah masyarakat.

Kesepakatan damai yang ditandatangani perwakilan tiga nagari itu berisi tiga hal pokok. Yakni, pertama, konflik yang terjadi bukanlah konflik antar-nagari, melainkan konflik kepemilikan tanah yang telah disertifikatkan lalu digugat, yang saat ini dalam proses di Pengadilan Negeri Padang Panjang.

Kedua, masyarakat Nagari Sumpur dan masyarakat Padang Laweh Malalo serta masyarakat Guguak Malalo bersepakat untuk bersama-sama menjaga lokasi seluas 60 hektare dan lahan yang disengketakan dengan investor dari tindakan yang akan menimbulkan konflik dan perselisihan.

Ketiga, semua pihak sepakat untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman dan kondusif dan sepakat saling menahan diri serta tidak akan melakukan aksi-aksi di wilayah yang bersengketa sehingga menimbulkan potensi konflik.

Apabila salah satu pihak melanggar kesepakatan ini maka yang pelanggar bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.

Baca juga: Konflik Tapal Batas Nagari di Batipuh Selatan, 11 Kendaraan dan 1 Rumah Dibakar, Brimbob Diturunkan ke Lokasi

Sebelumnya, konflik tapal batas yang terjadi sejak lama antara masyarakat Padang Laweh dan Sumpur sempat pecah menjadi bentrok. Sedikitnya 11 kendaraan roda dua dan sebuah rumah dibakar saat bentrk terjadi. Untuk mengantisipasi meluasnya konflik, Brimob sempat diturunkan ke lokasi. [pkt]


Baca berita Tanah Datar terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist