Temukan Jejak Harimau, Warga Palupuah Diminta Tidak Beraktivitas di Sore Hari

Padangkita.com – Keberadaan Harimau Sumatera yang berkeliaran di kawasan Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, patut diwaspadai masyarakat, terutama bagi mereka yang bekerja di ladang.

Penegasan itu disampaikan Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bukittinggi Andrick, Kamis (12/4/2018), menurutnya, Harimau Sumatera itu dilaporkan memangsa ternak masyarakat, dan saat ini keberadaannya tengah diburu, agar tidak terjadi konflik antara Harimau dan manusia.

“Masyarakat yang bekerja di ladang diminta waspada saat beraktifitas, dan sebaiknya meninggalkan ladang saat hari mulai gelap, paling tidak jam 4 sore sudah tidak ada lagi aktivitas yang dilakukan di ladang,” terangnya.

Menurut Andrick, Harimau merupakan satwa karnivora atau pemakan daging, dan mungkin saja manusia akan menjadi sasarannya, dan malam hari merupakan saat bagi mereka untuk berburu, maka dari itu masyarakat harus hati-hati, akan lebih baik berada dirumah saja.

“Saat ini pergerakan Harimau Sumatera ini cukup aktif berada di kawasan pemukiman dan ladang masyarakat di Koto Rantang, dilihat dari cukup banyaknya jejak yang ditemukan,” ulasnya.

Andrick menambahkan, dari pemantauan ke lokasi pada hari ini, ditemukan sejumlah jejak baru Harimau Sumatera, dan kondisi itu menimbulkan rasa khawatir, dan untuk menjaga keamanan dilokasi, petugas BKSDA Resort Bukittinggi membawa senjata berupa senapan.

“Untuk mengantisipasi pergerakan Harimau Sumatera itu, BKSDA Resort Bukittinggi juga telah memasang kerangkeng yang isinya diumpan dengan seekor Kambing, dengan target Harimau ini masuk perangkap, sehingga dapat dipindahkan ke daerah yang lebih aman, dan jauh dari pemukiman penduduk.

(Guspra Koto)

 

Baca juga:
Tiga Daerah Ini Dapat Bantuan Peremajaan Sawit dari Pusat