Prinsip Ekonomi Syariah Sesuai dengan Filosofi Masyarakat Minangkabau

Ilustrasi (foto: Ist)

Padangkita.com – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) pusat menetapkan Kota Padang menjadi tuan rumah penyelenggaraan “Roadshow Seminar Multifinace 2017”. Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah mengatakan prinsip syariah sejalan dengan falsafah yang dianut masyarakat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Prinsip syariah sesuai dengan filosofi yang dianut masyarakat Minangkabau,” katanya kepada wartawan, Kamis (14/12/2017).

Mahyeldi menyatakan kegiatan MES di Padang dapat menjadi bagian dari upaya kongkrit falsafah tersebut. Ekonomi syariah diimplementasikan melalui pembentukan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) di setiap kelurahan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan lebih meningkatkan kualitas KJKS yang ada dalam hal penerapan prinsip syariah.

Lebih lanjut, Mahyeldi menyebut, dalam implementasi syariah pada KJKS masih perlu penyempurnaan. Hal ini perlu dipelajari
lebih jauh agar sesuai dengan prinsip syariah itu sendiri.

“KJKS masih perlu penyempurnaan dalam hal prinsip syariahnya,” sebut Mahyeldi dikutip humas, Jumat (15/12/2017).

Walikota juga mengajak semua komponen pelaku ekonomi syariah agar menyatakan dengan tegas bahwa ekonomi syariah adalah
yang paling cocok diterapkan di Indonesia khususnya Sumatera Barat yang berfalsafah ABS-SBK. Alasannya tepat dan sesuai
dengan UU yang menyatakan Indonesia disamping menerapkan ekonomi konvensional juga mengakomodir ekonomi syariah.

“Melalui komponen pelaku syariah, seharusnya kita dengan tegas menyatakan ekonomi syariah adalah yang paling cocok di
Indonesia,” kata walikota yang juga pendakwah tersebut.

Pada kesempatan ini juga hadir perwakilan UIN Imam Bonjol Padang yang juga menyampaikan hal senada. Penguatan prinsip
syariah harus semakin diperjelas dalam implementasinya karena memang yang paling tepat untuk Sumatera Barat yang memegang
falsafah ABS-SBK.

Baca juga:
Presiden Jokowi Ingatkan Peran Pemda dalam Pertumbuhan Ekonomi