Soal Resesi dan Potensi Ekonomi 2023 Sumbar, Ini Kata Pakar

Penulis: Isran Bastian

Padang, Padangkita.com – Pakar ekonomi angkat bicara perihal kemungkinan resesi dan potensi ekonomi di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) pada tahun 2023 mendatang. Hal tersebut terungkap saat seminar “Resesi & Potensi Ekonomi 2023”, yang diselenggarakan PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru di Kota Padang.

Ketua Departemen Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas, DR. Fajri SE, M.S.i, yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut mengungkapkan, tahun 2023 merupakan tahun politik di Indonesia sebelum pelaksanaan Pemilu 2024. Menurut dia, pesta demokrasi empat tahunan tersebut setidaknya juga berpengaruh terhadap potensi pertumbuhan ekonomi (PE).

Fajri menerangkan, bicara kemungkinan resesi atau krisis ekonomi, jika dilihat dari 3 dekade terakhir, secara global jika dilihat dari durasi krisis makin singkat namun powernya yang bertambah.

Sejarah mencatat pada tahun 1990 krisis Argentina, 1998 krisis kawasan Asean, 2007-2009 krisis global dan AS, lalu tahun 2020 krisis global akibat Covid. Hal ini juga diperburuk oleh invasi Rusia ke Ukraina.

“Namun bicara kekuatan ekonomi, Indonesia termasuk negara potensi market ekonomi yang punya 270 juta penduduk, dibuktikan dengan masuknya ke negara G20 atau 20 negara dengan kekuatan utama ekonomi dunia,” terang dia.

Khusus untuk Sumbar, pertumbuhan ekonomi triwulan 3 tahun 2022, secara year on year (t to t) atau tahun ke tahun, PE Sumbar sudah tumbuh dengan baik, namun khusus masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

“Secara quarter to quarter (q to q), pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Sumbar 2019-2022 memang mengalami jatuh bangun dari kuartal ke kuartal,” terang Fajri.

Namun begitu dia menggarisbawahi, selama periode y on y, dinamika PE Sumbar lebih baik dari PE nasional. Namun saat memasuki periode recovery Sumbar memang berada di bawah nasional.

“Ini karena kita masih banyak menunggu. Nah sekarang bagaimana kita mengoptimalkan pasar Sumbar. Di situ tantangannya,” ingat dia.

Dia juga menyinggung kalau masyarakat terlalu lama berdiskusi, seperti halnya lambannya pembebasan lahan pembangunan Tol Padang-Pekanbaru. Dia menyarankan agar masyarakat bekerja untuk fokus pada potensi utama seperti wisata dan juga pertanian dengan dukungan infrastruktur, terutama transportasi.

“Karena membangun infrastruktur adalah modal dasar yang mesti dilakukan,” jelasnya.

Jika dilihat dari sebaran Fajri menjelaskan saat ini uang berputar di Indonesia itu 56 persen berada di Jawa dan 22 di wilayah Pulau Sumatra. Dari jumlah itu, Sumbar hanya 6,7 persen, Riau 23,6 atau 4 kali lebih dari Sumbar.

“Jadi Sumbar ini ngak kaya-kaya amat. Hal ini terbukti jika dilihat dari pendapatan per kapita, dibandingkan wilayah di Sumatra, termasuk di jajaran bawah. Pe Sumbar 2021 pada angka 3,29 persen.

“Jika terjadi resesi, Sumbar tidak akan terlalu parah jika dibanding nasional,” ta,bah dia.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Maryono yang juga menjadi pembicara mengungkapkan, Pegadaian sebagai bagian dari BUMN terus mengedukasi dan memajukan masyarakat agar usahanya meningkat, terutama pada sektor investasi.

“Kami berkolaborasi dengan berbagai kampus dan seluruh mitra seluruh ekonomi di Sumbar,” terang dia.

Maryono menambahkan, inflasi bisa saja terjadi karena disebabkan banyak faktor. Namun yang perlu dipersiapkan adalah investasi atau tabungan, untuk meminimalisir jika terjadi krisis ekonomi.

Saat ini banyak ragam produk investasi, mulai dari tabungan, deposito, reksadana, emas, obligasi, properti hingga yang paling atas adalah saham dengan keuntungan tinggi namun risiko nya juga tinggi.

“Harga emas secara trend jangka panjang terus naik dan menyakinkan sekali. Emas salah satu investasi yang anti resesi, karena tiap kali terjadi resesi, harga emas pasti selalu naik,” jelas dia.

Sementara itu Direktur PT. Pegadaian Galeri 24, Arifmon Syahrudin menambahkan, seminar ini ditujukan memberi edukasi kepada pelaku ekonomi di Sumbar, terutama soal alternatif-alternatif pembiayaan.

“Khususnya untuk investasi emas, kami dari PT. Pegadaian Galeri 24 selaku anak perusahaan dari Pegadaian, menyediakan emas fisik, yang dapat dibeli secara langsung dan juga online oleh masyarakat untuk berinvestasi,” terang dia.

Baca Juga: Harga Emas Batangan Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Padang Turun

Dia menambahkan, Pegadaian Galeri 24 memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menyisihkan sebagian fortofolionya dalam bentuk emas. Model investasi emas terang dia, bisa dikatakan sebagai jaringan parasut untuk rumah tangga, agar jangan sampai semua pendapatan habis untuk dikonsumsi. [isr]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist