Munas Staf Ahli se-Indonesia akan Digelar di Kota Padang

Pantai Padang (Foto : Humas dan Protokol Kota Padang)

Padangkita.com – Kota Padang didapuk sebagai tuan rumah penyelenggara Musyawarah Nasional (Munas) Forum Staf Ahli Kepala Daerah (Forsakada) se-Indonesia yang berlangsung tanggal 12-15 November 2018 ini.

Munas Staf Ahli se-Indonesia ini pun diyakini akan memberikan multi player effect di bidang ekonomi, jasa, transportasi dan perhotelan serta lainnya bagi ibukota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemko Padang, Dian Fakri dmengatakan, Munas Forsakada se-Indonesia perdana di Padang ini nanti diisi agenda ketuk palu AD/ ART dan Mars Forsakada .

“Dalam Munas ini para staf ahli baik staf ahli gubernur, walikota dan bupati akan saling bertatap muka, bercengkerama dan juga berbagi ilmu. Sebagaimana staf ahli memiliki peran dan fungsi penting di pemerintahan. Mereka bertugas membantu kepala daerah dalam menjalankan tugasnya baik pada bidang pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan masyarakat,” terangnya dikutip dari humas, Kamis (08/11/2018).

Dian Fakri menyebutkan, dalam kegiatan itu Pemko Padang telah mempersiapkan beberapa hal, di antaranya kesiapan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan itu.

Pihak panitia juga sudah melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumbar dan instansi terkait serta stakeholder. Untuk tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah pemberdayaan dan peningkatan peran staf ahli. Sesuai rencana, Munas perdana bagi para staf ahli se-Indonesia itu akan dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan dihadiri oleh Menpan RB serta para pejabat kementerian lainnya.

Ditambahkan Dian Fakri, kegiatan Musyawarah nasional ini diperkirakan akan dihadiri 1000 undangan dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia. Hal ini tentunya dapat membawa efek positif bagi masyarakat di Kota Padang.

“Kegiatan ini juga sangat positif dalam memperkenalkan Kota Padang kepada masyarakat luas. Selain dari sisi pariwisata, juga akan memperkenalkan kebudayaan dan kesenian unggulan Ranah Minang,” tukuknya.

Ia pun meyakini kegiatan tersebut akan menimbulkan multiplayer effect untuk masyarakat Kota Padang, seperti halnya saat Kota Padang menjadi tuan rumah Rakernas IWAPI 2018.

“Kita harapkan kegiatan ini akan mengulang sukses penyelenggaraan pertemuan Rakernas IWAPI pada 8-10 Oktober 2018 lalu, di mana hotel-hotel penuh, restaurant, rumah makan, toko-toko penjual oleh-oleh khas Padang seperti kerajinan, kuliner dan lain-lain akan laris manis,” tutur Dian Fakri.

Baca juga:
Antisipasi Korupsi, Pejabat Pemko Padang Wajib Laporkan e-LHKPN