Minang Mart Operasikan Gerai ke 30 di Lubuk Minturun

Gerai ke 30 Minang Mart di Lubuk Minturun (Foto: Manajemen Minang Mart)

Padangkita.com – PT Retail Modern Minang (RMM) resmi mengoperasikan gerai Minang Mart ke 30 di Lubuk Minturun.

Pengoperasian gerai Minang Mart ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah.

“Pemerintah Kota Padang menyambut baik kehadiran Minang Mart, karena akan menjadi tempat pemasaran produk-produk lokal yang ada di Kota Padang dan Sumatera Barat,” kata Mahyeldi, Sabtu (7/10/2017).

Ia mengapresiasi komitmen manajemen Minang Mart dalam menampung produk UMKM yang ada, khususnya di Kota Padang. Menurutnya, Minang Mart telah memberi nafas panjang bagi UMKM yang ada.

Seperti diketahui, di Kota Padang atau Sumatera Barat umumunya, tidak dijumpai minimarket atau perusahaan ritel besar yang notabene banyak terdapat di kota lainnya atau ritel asing berjaringan. Ekonomi di daerah ini tidak banyak mempunyai industri dan lebih bertumpu pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam rangka memberikan perlindungan terhadap UMKM, Pemerintah Kota Padang mendukung UMKM agar bisa berkembang. Salah satunya, membuat UMKM mendapatkan porsi yang lebih besar untuk dijual di Minang Mart, sehingga kehadiran ritel itu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Direktur PT RMM Syaiful Bahri menuturkan, manajemen mengejar pembukaan 1.000 gerai Minang Mart di seluruh Sumbar guna memantapkan dominasi ritel lokal di daerah itu.

Menurutnya, dengan semakin banyaknya gerai Minang Mart akan ikut berkontribusi membuka lapangan kerja baru dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah itu.

Sebab, dalam konsepnya, Minang Mart adalah usaha milik rakyat dan dibantu pengelolaannya oleh PT RMM untuk menangkal serbuan ritel berjaringan besar dari luar Sumbar.

Ia mengatakan untuk jangka pendek manajemen menargetkan mampu membuka 100 gerai di seluruh Sumbar. Target 1.000 gerai kemudian bisa dikejar dalam durasi empat atau lima tahun setelah beroperasi.

Syaiful menuturkan saat ini, selain dengan mengenalkan gerai dengan brand Minang Mart, mereka juga mengenalkan gerai percontohan Kedai Minang yang akan difokuskan untuk usaha skala mikro.

Minang Mart adalah perusahaan kongsi antara BUMD PT Grafika Jaya Sumbar dengan PT Sentra Distribusi Nusantara (SDN) yang dibentuk sebagai mitra toko milik masyarakat menjadi ritel modern dengan pelayanan dan kualitas dagangan yang bagus.

Baca juga:
Dari Target 300, Baru 30 Gerai "Minang Mart" yang Beroperasi

Syaiful menyebutkan sudah ratusan calon mitra yang mengajukan diri untuk membuka gerai Minang Mart di daerah itu.

Dalam sistem kemitraan dengan masyarakat, ia memastikan tidak sistem franchise yang hanya menguntungkan pemodal besar, seperti yang diterapkan jaringan besar ritel selama ini.

“Sistemnya murni kemitraan, jadi tidak ada fee yang ditarik manajemen kepada pemilik gerai,” katanya.

Untuk menjadi mitra Minang Mart, pemodal hanya diminta Rp300 juta plus ruko satu pintu atau ritel skala kecil Rp500 juta – Rp600 juta plus ruko dua pintu untuk ritel skala besar. Biaya itu sudah termasuk perbaikan fasilitas, penataan toko, dan isi barang.