Ekonomi Kreatif: Memaksimalkan Seni Pertunjukan

Pertunjukan ‘Solitude’ dari Sanggar Seni Dayung-Dayung di Festival Seni Pekan Nan Tumpah 2017. (Dok. Arief Pebrianto)

Padangkita.com – Ibukota provinsi Sumatera Barat, Kota Padang memiliki cukup banyak potensi untuk mengembangkan industri kreatif, salah satunya adalah dalam bentuk seni pertunjukan.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan potensi industri kreatif dalam sistem perekonomian secara berkelanjutan akan mengarah pada peningkatan nilai tambah dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itu potensi ekonomi kreatif mesti teridentifikasi dan termanfaatkan secara optimal. Sehingga segala sesuatunya lebih terarah, berkesinambungan dan memberikan nilai tambah yang tinggi,” kata Mahyeldi, Kamis (2/11/2017).

Ia menilai diperlukan kajian dan studi secara komprehensif sebagai acuan bagi pihak pemerintah, swasta dan juga masyarakat dalam pengembangan industri kreatif ke depan.

“Oleh sebab itu, diharapkan terutama pelaku usaha dapat memberikan sumbangan pemikiran yang nyata dalam memajukan program dan upaya tersebut. Sehingga meningkatkan perkembangan usaha ekonomi kreatif di Kota Padang,” harapnya.

Dikatakan Mahyeldi, semua harapan tercurah kepada Forum Pengembangan Ekonomi Daerah (FPED) selaku wadah yang akan memotivasi dan mendorong kreatifitas dari kelompok-kelompok atau lembaga perkembangan usaha ekonomi kreatif di Padang.

“Sesungguhnya banyak peluang yang didapat dengan semakin ramainya orang datang ke Padang,” ujarnya.

Hal itu melalui banyaknya event-event yang dilakukan. Apalagi, dalam perkembangannya terjadi peningkatan angka kunjungan wisatawan yang diperkirakan naik 12 persen. Begitu juga dengan tingkat hunian hotel khususnya bintang 3 dan 4, yang mencapai di atas 80 persen.

“Saya kira ini merupakan sesuatu hal yang luar biasa. Untuk itu juga perlu adanya kreatifitas-kreatifitas dari masyarakat, sehingga menjadi daya tarik orang ke kota ini,” sebutnya.

Lebih lanjut Walikota menambahkan, adapun upaya dalam meningkatkan kreatifitas tersebut Pemko Padang melakukan berbagai upaya termasuk mengadakan kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf) pusat melalui uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten dan Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

“Maka itu di samping pertunjukan kita perlu meningkatkan segi kualitas produk. Sehingga diharapkan para tamu memiliki kebanggaan mengunjungi Kota Padang sambil membawa barang atau produk yang ada merek Padangnya,” jelas Mahyeldi.

Jadi, imbuhnya, upaya itu memerlukan kreatifitas yang bisa ditampilkan, apalagi dengan memiliki produk terutama kuliner yang khas yakni rendang.

Mahyeldi juga menyampaikan, hal itu juga diperkuat dengan adanya kerjasama yang dijalin Pemko Padang baru-baru dengan Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI).

“Sehingga nantinya diharapkan kualitas produk-produk yang ada di Padang bisa memasuki pasar nasional dan internasional. Semoga melalui Rakor ini makin memperkuat hadir dan banyaknya orang-orang kreatif di Kota Padang. Sehingga akan mendorong peningkatan aktivitas, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Edi Dharma menyebutkan, Rakor FPED kali ini dalam rangka menindaklanjuti upaya Badan Ekonomi Kreatif Indonesia melalui PMK3I yang telah melakukan uji petik terhadap 6 sasaran komunitas penggiat ekonomi di Padang pada 25-27 September lalu.

Di antaranya yaitu di bidang aplikasi dan games, animasi dan film, kuliner, Kria Batik Tanah liek, seni pertunjukan dan fashion designer.

“Setelah didiskusikan bersama Tim PMK3I, Walikota Padang dan OPD terkait maka tim merekomendasikan fokus Kota Padang dalam pengembangan ekonomi kreatif menyepakati bidang seni pertunjukan. Karena dinilai mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar dan waktu fungsional terlama serta memiliki kapasitas dan daya tarik sangat besar,” paparnya.

Di samping itu, seni pertunjukan diyakini dapat mendorong sektor lainnya seperti kuliner, aplikasi dan games, animasi serta kriya/fashion.