Bupati Pessel: Jangan Gunakan Medsos untuk Melecehkan dan Menjatuhkan

Bupati Pessel saat meninjau jembtan yang ambruk akibat banjir (foto; humas)

Padangkita.com – Bupati Pesisir Selatan meminta kepada seluruh pejabat (ASN) dilingkungan Pemkab Pessel agar tidak menggunakan sosial media untuk mengolok atau melecehkan seseorang, golongan, lembaga di jejaring sosial.

Bupati menegaskan, pihaknya tengah melakukan pengawasan terhadap media sosial Facebook (FB) dan grup WhatsApp (WA) milik bawahan pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dia pun meminta agar tidak ada lagi pejabat yang mengolok pemerintah Pessel. Sebab, itu sama saja dengan menurunkan kewibawaan pemerintah dan dirinya sendiri.

“Terus terang saya memiliki tim. Saya mengamati seluruh isi Facebook dan isi pesan grup-grup WhatsApp. Saya melihat ada di antara OPD yang ngolok pemerintah. Hal ini tentu sama saja menurunkan kewibawaan mereka sendiri dan pemerintahan. Jadi, saya harap hal seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari, karena media sosial itu sangat kejam, lebih kejam dari pembunuhan,” sebut Bupati Hendrajoni dikutip dari pesisirselatankab, Selasa (20/03/2018).

Ia menegaskan, jelang Pemilu 2019 mendatang, peran medsos sangat besar pada dunia politik. Menurutnya, jika ada ASN yang ikut-ikutan mengolok atau menjatuhkan pemerintahan, maka bagaimana jadinya pemerintahan itu sendiri khususnya di Pessel. Apalagi jika pesan-pesan yang disampaikan bernada fitnah dan ujaran kebencian.

“Jadi, terkait kondisi ini kita punya tim khusus untuk mengamati mereka dalam bermedia sosial. Dalam artian bukan untuk mengintip, namun lebih kepada upaya evaluasi secara internal. Hal ini untuk menepis isu yang beredar di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Bupati Hendrajoni, mengajak agar seluruh jajaran OPD bekerja dengan baik sesuai visi dan misi pemerintah daerah yakni mandiri, unggul, sejahtera dan agamais. Dengan demikian maka akan mendapatkan sisi positif di tengah masyarakat luas. Ia berharap, secara personal ASN lebih baik saling sanjung ketimbang saling menjatuhkan.

“Kedepan mari kita ciptakan hubungan yang harmonis. Jangan saling serang atau menjatuhkan. Sebab, agama juga mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik. Apalagi kita pejabat yang akan menjadi contoh tauladan bagi masyarakat luas,” harapnya.