Warga Sunda Sumbar dan Bengkulu Temu Kangen di Padang

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Suasana kekeluargaan menyelimuti pertemuan anggota Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumatra Barat (Sumbar) dan Paguyuban Lembur Kuring (PLK) Bengkulu di Sekretariat PWS Sumbar, Bandar Purus, Kota Padang pada Jumat (27/5/2022).

Sebanyak 30 rombongan dari PLK datang menggunakan bus disambut dengan suka cita oleh anggota PWS Sumbar. Mereka berkunjung dalam rangka Temu Anjangsana Tepangsono Dulur Salebur.

“Kegiatan ini dalam rangka halal bihalal sekaligus temu kangen warga Sunda yang ada di Sumbar dan Bengkulu,” ujar Ketua PWS Sumbar Maman Suharman.

Kegiatan ini, kata Maman, merupakan upaya merajut tali silaturahmi dan memperkuat ikatan persaudaraan antara warga Sunda maupun orang-orang yang telah menjalin hubungan dengan warga Sunda.

“Di sini, kita tidak hanya berkumpul warga Sunda saja. Tetapi, ada yang menikah dengan orang Sunda, sudah kita anggap sebagai keluarga juga,” imbuhnya.

Ketua PLK Bengkulu Atang Solihat mengatakan, keinginan pihaknya mengunjungi Sumbar bermula ketika adanya warga Sunda di Tais, Kabupaten Seluma, Bengkulu yang mendapat jodoh pengurus PWS di Kota Bukittinggi, Sumbar.

“Saat itu, mereka (dari Bukittinggi) datang mengadakan lamaran ke Tais. Mereka diberi tahu bahwa di Bengkulu ternyata juga ada paguyuban Sunda juga. Langsung (mereka) dibawa ke rumah saya, masih ke arah selatan lagi, 60 km,” ujar Atang.

Ia melanjutkan, PLK Bengkulu ikut memfasilitasi resepsi perwakinan warga Sunda di Tais tersebut.

“Setelah itu, muncul inisiatif bagaimana PLK Bengkulu bisa berkunjung ke PWS Sumbar. Melihat suadara-saudara kita di sana sekaligus jalan-jalan,” terangnya.

Mengenai sejarah PLK Bengkulu, Atang mengatakan bibit pembentukannya sudah ada sejak 1972. Saat itu, banyak warga Sunda didatangkan untuk memajukan Bengkulu yang baru menjadi provinsi pada tahun 1968.

“Untuk membangun Bengkulu banyak datangkan dari luar Bengkulu, terutama ahli PU. Kebetulan yang terbanyak dari Jawa Barat (Jabar). Saya termasuk di antaranya,” kisah Atang.

Dengan makin banyaknya warga Jabar yang notabene etnis Sunda di Bengkulu, maka muncul gagasan membentuk paguyuban.

“Ada kerinduan satu sama lain. Lembur kuring, bahasa Sunda yang artinya ingat kampung halaman. Jadi disebutlah paguyuban ini Paguyuban Lembur Kuring,” ujar Atang.

Atang berharap seluruh warga Sunda dapat bersatu dan tidak melupakan silsilah keturunan mereka sebagai warga Sunda.

“Melalui PLK Bengkulu, kita juga berkomitmen melestarikan tradisi dan kesenian Sunda. Di Bengkulu, kalau ada orang Sunda yang menginginkan menampilkan tradisi dan kesenian Sunda seperti di perkawinan, kita bantu,” ujar Atang.

Baca juga: Sekilas Etnis Sunda di Sumbar: Gelombang Awal Datang Masa PRRI, Kini Capai 68 Ribu Orang

PLK Bengkulu, kata dia, memiliki moto kacai jadi saleuwi kadarat jadi salebak. Artinya, dalam menjalani hidup, kita harus bersama-sama dan kompak. Sebab, tidak ada manusia yang bisa hidup sendirian. [den/pkt]

Terpopuler

Add New Playlist