Update Zonasi Covid-19: Masih Belum Ada Zona Hijau, Secara Keseluruhan Sumbar Turun ke Zona Oranye

Penulis: Redaksi
|
Editor: Zulfikar

Berita Sumbar hari ini dan berita Virus Corona (Covid-19) hari ini: Sumbar turun ke zona oranye setelah dua minggu bertahan di zona kuning.

Padang, Padangkita.com – Catatan Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19, saat ini Sumatra Barat (Sumbar) masuk dalam zona oranye setelah dua minggu berturut-turut berada di zona kuning, Minggu (21/2/2021).

Jubir Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal menyebutkan, bahwa Sumbar turun ke zona oranye dengan skor 2,39.

“Penetapan zona ini sesuai dengan 15 indikator kesehatan masyarakat yang terbagi menjadi 11 indikator epidemiologi, dua indikator surveilans kesehatan masyarakat dan 2 lagi pelayanan kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19,” ujar Jasman dikutip dari situs resmi milik Pemprov Sumbar, sumbarprov.go.id, Minggu (21/2/2021).

Sementara itu, dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, tercatat sebanyak empat daerah masuk zona oranye dan 15 daerah masuk dalam zona kuning, hal ini masih sama dengan minggu sebelumnya.

Berikut rincian zona per daerah di Sumbar pada minggu ke-50 Pandemi Covid-19:

Zona Merah

Zona Oranye

  • Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,40)
  • Kabupaten Agam (skor 2,23)
  • Kabupaten Solok Selatan (skor 2,18)
  • Kabupaten Solok (skor 2,17)

Zona Kuning

  • Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,68)
  • Kota Solok (skor 2,59)
  • Kota Padang Panjang (skor 2,54)
  • Kota Sawahlunto (skor 2,53)
  • Kabupaten Sijunjung (skor 2,49)
  • Kabupaten Dharmasraya (skor 2,48)
  • Kota Payakumbuh (skor 2,48)
  • Kabupaten Pasaman (skor 2,47)
  • Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,45)
  • Kota Padang (skor 2,44)
  • Kabupaten 50 Kota (skor 2,44)
  • Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,43)
  • Kabupaten Tanah Data (skor 2,42)
  • Kota Pariaman (skor 2,42)
  • Kota Bukittinggi (skor 2,41)

Zona Hijau

Menurut Jasman, semakin tinggi skor daerah, maka semakin baik daerah tersebut dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Berikut 15 indikator dalam menetapkan zona di Sumbar berdasarkan data dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar:

  • Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).
  • Jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada.
  • Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).
  • Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).
  • Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).
  • Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).
  • Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif.
  • Insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk.
  • Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk.
  • Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk.
  • Jumlah pemeriksaan sample diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1000 penduduk per minggu) pada level provinsi.
  • Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu.
  • Positivity Rate (PR) kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%).
  • Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif COVID-19.
  • Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19.

Baca juga: Update Zonasi Covid-19 Sumbar: Tinggal 4 Daerah yang Masuk Zona Oranye, Selebihnya di Zona Kuning

Diketahui, penetapan zonasi saat ini, yaitu minggu ke-50 Pandemi Covid-19, mulai dari 21-27 Februari 2021. [zfk]


Baca berita Sumbar hari ini dan berita Virus Corona (Covid-19) hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist