UEA Reformasi Hukum untuk Tarik Turis, Alkohol dan Kumpul Kebo Diizinkan

Penulis: Mentari Tryana

Abu Dhabi, Padangkita.com – Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan telah melakukan reformasi atau perubahan besar-besaran dalam hukum yang berlaku pada negara tersebut.

Perubahan tersebut mencakup pelonggaran peraturan mengonsumsi alkohol, mengizinkan pasangan untuk tinggal bersama meski belum menikah serta meningkatkan perlindungan terhadap wanita.

Baca Juga

Maaf, tidak ada berita yang sama.

Dalam perubahan tersebut, UEA juga akan memperluas kemampuan non-warga negara untuk mengikuti hukum asing terkait warisan dan perceraian.

Hal ini merupakan upaya UEA untuk meningkatkan statu sosial dan ekonomi negara serta meningkatkan daya tarik untuk wisatawan asing dan investor dengan merombak sejumlah sistem hukum Islam menjadi lebih “kebarat-baratan” di mana kebebasan kehidupan pribadi menjadi sangat penting.

Diketahui, saat ini hampir 90 persen dari 10 juta orang yang tinggal di UEA adalah orang asing. Meskipun sebagian besar adalah pekerja bergaji rendah dari Asia Selatan, sisanya termasuk para profesional dari Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara Arab lainnya.

Baca juga: 5 Fakta dalam Kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris di Pemilu AS

Dilansir dari the New York Times, surat kabar terkait pemerintah yang berbasis di Abu Dhabi, The National menyebut perubahan itu sebagai “salah satu perombakan terbesar dari sistem hukum selama bertahun-tahun.”

Dalam The National diuraikan secara jelas tentang perubahan hukum terbesar di negara pemilik berbagai hunian termewah di dunia ini.

Perubahan hukum tersebut termasuk penghapusan hukuman untuk konsumsi alkohol, penjualan dan kepemilikan bagi mereka yang berusia 21 tahun ke atas.

Meskipun minuman keras dan bir tersedia secara luas di bar dan klub di kota-kota pesisir yang mewah di UEA, individu memerlukan izin yang dikeluarkan pemerintah untuk membeli, mengangkut, atau memiliki alkohol di rumah mereka.

Aturan baru ini akan memungkinkan Muslim yang telah dilarang mendapatkan izin untuk minum minuman beralkohol dengan bebas.

Amandemen lain memungkinkan ‘kohabitasi pasangan yang belum menikah’, yang telah lama menjadi kejahatan di UEA. Kohabitasi dalam istilah lebih modern disebut “kumpul kebo”.

Selain itu, percobaan bunuh diri, yang dilarang dalam hukum Islam, juga akan didekriminalisasi.

Kemudian, dalam langkah untuk ‘melindungi hak-hak perempuan’ dengan lebih baik, pemerintah mengatakan akan menghapus undang-undang yang membela ‘kejahatan demi kehormatan.’

Hukuman untuk kejahatan yang dilakukan untuk memberantas “aib” seorang wanita karena pergaulan bebas atau tidak mematuhi aturan agama dan budaya, sekarang akan sama untuk jenis penyerangan lainnya. [try]


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler