Tidak Mau Menyakiti Pasangan, Nyatanya Ini Alasan Seseorang Selingkuh

Penulis: Julia Fitri

Ada banyak alasan untuk seseorang berselingkuh. Bahkan tidak mau menyakiti perasaan pasangannya dapat menjadi salah satu faktornya.

Padangkita.com – Diselingkuhi oleh pasangan memang sangat menyakitkan. Terlebih jika kita telah menjalani hubungan dengannya untuk waktu yang lama. Namun di balik itu, ternyata ada beberapa alasan yang membuat seseorang memilih untuk berselingkuh meski mereka tahu bahwa itu salah.

Baca juga: Alasan Wanita Selingkuh, Tak Selalu Karena Materi

90 persen orang sebenarnya percaya bahwa perselingkuhan tidak dapat diterima bahkan mengakui bahwa selingkuh membawa dampak negatif bagi suatu hubungan. Meski begitu, ternyata 40 persen orang tetap melakukan hal itu.

Alasan yang mereka miliki sebenarnya bermacam-macam. Menurut salah seorang psikolog klinis dan terapi seks di Jerman, Christopher Ryan Jones, salah satu penyebab seseorang berselingkuh yaitu kurangnya perhatian dari pasangan mereka.

“Bagi sebagian orang, mereka menghargai perhatian mereka. Ini bukan berarti bahwa pasangan mereka di rumah tidak memberi mereka perhatian, meskipun itu kadang-kadang terjadi. Namun, bagi sebagian orang mereka membutuhkan validasi dari orang lain,” kata Jones.

Ada dua kemungkinan kejadian yang dialami orang yang berselingkuh itu. Pertama, mungkin saja mereka mencari waktu atau perhatian dari orang lain.

Kemungkinan kedua yaitu mereka mencari suatu hubungan sebagai cara untuk merasa terhubung dan terlihat.

Baca juga: 5 Zodiak yang Memiliki Masa Depan Gemilang

Kata Jones, hal itu bisa terjadi karena adanya pandangan yang tidak tepat terhadap diri sendiri seperti harga diri rendah.

Dengan hal itulah mereka menerima pengakuan yang mereka butuhkan dan merasa lebih baik harga dirinya saat berselingkuh.

Perselingkuhan itu juga bisa terjadi karena mereka merasa kebutuhannya tidak terpenuhi oleh pasangannya. Merasa tidak diperhatikan dan sebagainya.

Sama halnya dengan yang dikatakan oleh psikolog klinis berlisensi di Therapy Group New York, Jaclyn Lopez Witmer.

“Mungkin mereka telah mencoba untuk mengomunikasikan kebutuhan tersebut pada pasangan, tetapi merasa tidak didengar atau dipahami. Seiring waktu, mereka mulai berfantasi tentang memenuhi kebutuhan tertentu (seksual atau emosional) di luar hubungan dengan pasangannya,” jelasnya.

Baca juga: Menjadi Sumber Kebahagiaan, Wanita Cerdas Sering Dicari Pria untuk Calon Istri

Peluang terjadinya perselingkuhan itu bisa saja berupa tindakan seperti sikap menggoda antar sesama teman atau bersikap lebih terbuka dengan rekan kerja. Menurut Lopez, hal itu bisa saja tumbuh dengan sendirinya.

“Ini mungkin dimulai dengan kecurangan emosional, berbagi momen intim, atau perasaan rentang dengan seseorang yang bukan pasangannya,” ujar Lopez.

Perselingkuhan tidak terjadi hanya dalam satu kali kesempatan. Hal itu bisa muncul melalui kebiasaan hingga akhirnya orang itu mencoba membenarkan perilakunya itu.

Beberapa faktor lain yang dapat memicu perselingkuhan di antaranya seperti lamanya waktu dalam hubungan dengan teman selingkuhnya, kualitas hubungan, dan bagaimana seseorang mendefinisikan selingkuh itu sendiri.

Biasanya seseorang akan memilih menjauh dan berselingkuh dari pasangannya ketika ada gesekan dalam hubungannya.

Selingkuh hanya menjadi salah satu jalan untuk mengakhiri hubungan itu sehingga ketika hubungan itu sudah berakir mereka masih memiliki hubungan yang lain dan tidak melajang.

Tidak hanya itu, seseorang juga berselingkuh disebabkan mereka memilih tidak mengatakan perasaannnya yang sebenarnya karena takut akan menyakiti perasaan pasangannya.

Oleh karena itu, saling berbagi tentang apa yang dirasakan dengan pasangan harus menjadi pegangan dalam suatu hubungan agar tidak ada lagi perselingkuhan yang bisa membuat pasangan itu saling menyakiti satu sama lain. (*/pk-27)


Baca artike Lollipop terbaru hanya di Padangkita.com.