Tanggul Laut di 3 Titik Abrasi Pantai Padang Rampung, Ini Program Pembangunan Berikutnya

|
Editor: Redaksi

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Pembangunan seawall, serta ground T dan ground I berfungsi untuk membentuk garis pantai baru

Padang, Padangkita.com – Proyek penanganan abrasi di tiga titik di kawasan Pantai Padang selesai dikerjakan.

Dimulai sejak 11 Januari lalu, pengerjaan proyek penanganan abrasi tersebut memakan biaya sekitar Rp19,1 miliar bersumber dana siap pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek penanganan transisi darurat ke pemulihan abrasi pantai Kota Padang, Suryadi mengatakan tiga titik kawasan Pantai Padang yang mendapatkan penanganan abrasi yaitu kawasan Masjid Al-Hakim, kawasan Tugu Merpati, dan kawasan Pasir Jambak.

Bentuk penanganan abrasi yaitu, pembangunan seawall atau tanggul laut, serta ground T dan ground I yang berfungsi untuk membentuk garis pantai baru.

Di kawasan Masjid Al-Hakim, panjang seawall yang dibangun sekitar 256 meter.

Di kawasan itu juga dibangun groud T yakni, batu-batu berukuran besar yang disusun membentuk huruf T menjorok sepanjang 60 meter ke arah laut.

“Kedua, di kawasan Tugu Merpati, panjang seawall yang dibangun sekitar 423 meter,” ujarnya saat ditemui wartawan usai melakukan peninjauan penanganan abrasi di Pantai Padang, Senin (5/4/2021).

Selanjutnya, di kawasan Pasir Jambak, seawall yang dibangun sepanjang 200 meter. Di kawasan ini juga dibangun dua buah ground I yakni, batu-batu yang berukuran besar yang disusun menjorok ke laut sejauh 40-an meter.

Suryadi yang juga Kepala Bidang Rehab dan Rekon BPBD Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menjelaskan, baik ground T maupun ground I, sama-sama berfungsi sebagai membentuk garis pantai baru.

Bedanya, ground T membentuk garis pantai baru lebih cepat dibandingkan dengan kawasan yang dipasang groud I.

Dia mengungkapkan alasan pihak kontraktor membangun groud I di kawasan Pasia Jambak untuk mencegah terhambat aliran sungai. Sebab, di kawasan itu, terdapat banyak muara sungai.

“Jika hujan, dia terbuka. Kalau kita bangun ground T, akhirnya dia menggunung tanahnya,” sebutnya.

Pengerjaan proyek tersebut memakan waktu sekitar 70 hari.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan pembangunan seawall dan ground T serta ground I di tiga titik di kawasan Pantai Padang juga bisa mendukung program wisata baru.

Sebab, pembangun penanganan abrasi tersebut bisa melindungi kawasan wisata yang terdapat di Pantai Padang.

Selain itu, di kawasan Pantai Padang juga akan dibangun Museum Pusat Informasi Maritim. Seawall juga mendukung program wisata terpadu Gunung Padang.

Pada 2022, pembangunan seawall rencananya akan dilanjutkan di titik-titik lainnya di kawasan Pantai Padang yang belum dibangun seawall.

“Ini sudah ada perencanaannya,” ujarnya.

Baca juga: Wali Kota Padang Dijadwalkan Dilantik 25 April, Bersama Bupati Solok dan Solok Selatan

Rencananya pula, setelah dibangun seawall, pohon-pohon juga akan ditanam di lapisan tanah dekat seawall sebagai vegetasi untuk pengamanan dari tsunami. [pkt]

Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist