Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam – Padang Panjang - Bukittinggi: Dikaji Jenis yang Cocok

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam – Padang Panjang - Bukittinggi: Dikaji Jenis yang Cocok

Salah satu jenis kereta api gantung yang telah digunakan di Tiongkok. Jenis ini dapat dikaji menjadi salah satu alternatif transportasi Kayu Tanam - Bukittinggi. [Foto: Dok. China Daily/Antara]

Padang, Padangkita.com – Transportasi pada jalur Kayu Tanam – Padang Panjang – Bukittinggi mesti punya alternatif. Hingga kini, jalan utama tengah diperbaiki setelah putus total di kawasan Lembah Anai akibat banjir bandang yang terjadi pada 11 - 12 Mei 2024 lalu.

Sejumlah wacana pun muncul agar transportasi pada jalur pada tersebut tetap berjalan meskipun terjadi bencana seperti sebelumnya. Salah satu yang diwacanakan adalah reaktivasi jalur kereta api Kayu Tanam – Padang Panjang – Bukittinggi.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang Endang Setiawan menyebutkan, reaktivasi jalur Kereta Api pada jalur tersebut ternyata memang sedang dikaji.

"Terkait reaktivasi sedang dalam proses kajian. Tahun ini kami membuat studi penataan kawasan perkeretaapian di wilayah Kota Padang dan wilayah lain. Terkait reaktivasi jalur dari Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi, kita membuat alternatif-alternatif," ungkap Endang dalam kegiatan ‘Balai Bicara: Ngobrol Asyik Bareng Stakeholder dan Media’ di Padang, Kamis (13/6/2024).

Ia menambahkan, dari studi akan dilakukan kajian finansial dan faktor-faktor lainnya, sehingga transportasi menuju ke Bukittinggi cocoknya menggunakan transportasi (kereta api) seperti apa.

Endang mengungkaokan, bahwa teknologi kereta api sudah sangat jauh berkembang. Kini, lanjut Endang, kereta api tidak harus mempunyai jalur seperti rel konvensional seperti yang umum ditemui. Namun, sudah ada yang berbasis marking, dan kereta api gantung.

"Beberapa teknologi akan dijadikan alternatif agar jalur Kayu Tanam-Bukittinggi bisa dilaksanakan. Sebab, beberapa jalur (lama) tidak bisa digunakan. Contoh di Kota Bukittinggi tidak mungkin lagi menggunakan trase yang lama," katanya.

Di sisi lain, lanjut Endang, reaktivasi kereta api juga mempertimbangkan kerawanbencanaan wilayah. Dalam studi akan dibahas wilayah di Sumbar yang rawan bencana gempa, galodo dan lainnya.

BTP Kelas II Padang sendiri, kata dia, tentu tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan yang dari pemerintah maupun stakeholder.

"Anggaran maupun target pelaksanaannya, kita masih menunggu pemerintahan yang baru. Intinya kita berusaha memajukan moda transportasi di Sumbar," tegasnya.

Baca juga: Jalan Zaman Penjajahan Diusulkan Dibangun lagi sebagai Penyangga Jalan Lembah Anai

Endang menambahkan, BTP Kelas II Padang mengharapkan pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Sumbar turut mendukung rencana strategis ini. Termasuk menyosialisasikan penggunaan kereta api kepada masyarakat. 

[*/pkt]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

Seorang Ayah Tiri di Pasaman Barat Aniaya Bayi 13 Bulan Secara Sadis hingga Tewas
Seorang Ayah Tiri di Pasaman Barat Aniaya Bayi 13 Bulan Secara Sadis hingga Tewas
PKS dan Gerindra Resmi Usung Mahyeldi dan Vasko di Pilgub Sumbar, Andre Rosiade: Insya Allah Menang
PKS dan Gerindra Resmi Usung Mahyeldi dan Vasko di Pilgub Sumbar, Andre Rosiade: Insya Allah Menang
Rekonstruksi di Lembah Anai Dikebut, Gunakan Jalur Malalak dan Sitinjau Lauik dengan Bijak
Rekonstruksi di Lembah Anai Dikebut, Gunakan Jalur Malalak dan Sitinjau Lauik dengan Bijak
Ada Kabar Baik soal Tol Padang – Sicincin dari Hutama Karya, Simak Progresnya!
Ada Kabar Baik soal Tol Padang – Sicincin dari Hutama Karya, Simak Progresnya!
Bangun 800 Km Tol Trans Sumatera hingga Juni, Andre Rosiade Apresiasi Kinerja Hutama Karya
Bangun 800 Km Tol Trans Sumatera hingga Juni, Andre Rosiade Apresiasi Kinerja Hutama Karya
Dibangun 2007, Kini Resmi Bernama Masjid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatera Barat
Dibangun 2007, Kini Resmi Bernama Masjid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatera Barat