Sutradara ‘Surau dan Silek’ Ramaikan Andalas Film Exhibition

Penulis: Abimayu P
Andalas Film Exhibition
(Foto: Istimewa)

Padangkita.com – Arif Malinmudo, Sutradara film ‘Surau dan Silek’ sudah mengkonfirmasi akan menghadiri Andalas Film Exhibition (AFE).

“Film-film yang berlatar Sumatera Barat sudah banyak kita tonton. Yang paling hangat belakangan ini film Surau dan Silek. Atas jaringan yang kami miliki, Arif Malinmudo selaku sutradara film Surau dan Silek mau berpartisipasi dalam AFE,” ujar Findo Bramata selaku Direktur Festival, Rabu (15/11/2017).

Findo menjelaskan kedatangan Arif akan memberi gairah lain kepada sineas-sineas di kota Padang dan sineas yang mengikuti agenda AFE.

“Alasan untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang saya punya, saling bertukar pikiran dengan saudara-saudara pegiat film yang  turut hadir adalah bagian dari kegembiraan dalam sebuah proses kreatif bagi saya,” ujar Arif Malinmudo yang berhasil kami hubungi via telepon.

Selain itu Arif juga menaruh harapan yang besar terhadap AFE. Arif menjelaskan semarak ‘Denyut Baru’ semoga memberi manfaat bagi perkembangan perfilman di berbagai daerah di Indonesia.

Nantinya, setelah pemutaran film Surau dan Silek akan diadakan dialog interaktif bersama Arif Malinmudo.

Film Surau dan Silek yang dirilis pada April 2017 lalu, berhasil masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia 2017 kategori Pemeran Anak Terbaik.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas, Hasanuddin Yunus berharap kegiatan yang diselenggarakan oleh AFE bisa membangun iklim perfilman di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Selain itu, hal ini akan mendorong berkembangnya wacana perfilman ke arah yang lebih beragam dan kaya gagasan-gagasan.

“Ini ajang yang luar biasa, karena film adalah media yang paling efektif untuk saat ini. Film sangat besar pengaruhnya bagi penyebaran ide-ide, gagasan-gagasan atau nilai-nilai yang baik bagi kehidupan,” katanya (Selasa, 14/11/2014).

Hasanuddin menyatakan dalam pengamatannya terhadap film-film Indonesia saat ini banyak yang membawa pengaruh kurang baik, tapi masyarakat malah menyukainya. Sebaliknya, ada film yang menawarkan wacana pendidikan namun kurang mendapat perhatian dan penerimaan dari masyarakat.

Dirinya menambahkan, penyelenggaraan AFE adalah sebuah terobosan yang patut disokong semua pihak. Dengan rangkaian program berupa pembelajaran film, diskusi film dan kritik dunia film, AFE hadir sebagai proses pendidikan wacana film.

Agenda festival film nasional AFE melibatkan siswa-siswi SMA se-Sumatra Barat. Mereka akan diikutsertakan dalam kelas film, dengan dibimbing oleh sineas-sineas berpengalaman.

Kelas film tersebut diselenggarakan untuk membagi pengetahuan dan ketrampilan kepada generasi pelajar. Dari kelas ini, diharapkan kelak akan lahir sineas-sineas muda yang mampu menciptakan film-film berkualitas dan mencerahkan. Dapat memberi alternatif, sehingga masyarakat tidak terperangkap hanya dalam satu narasi besar saja.

“Bagaimanapun, dalam kehidupan ini tidak hany a terdiri dari satu narasi besar saja. banyak nanrasi-narasi kecil (alternatif) yang kadang lebih bernilai dari narasi besar itu,” imbuhnya.

 

Terpopuler