Sungai Ngarai Sianok segera Dinormalisasi, Ada Longsoran di Hulu dan Tumpukan Sampah

Sungai Ngarai Sianok segera Dinormalisasi, Ada Longsoran di Hulu dan Tumpukan Sampah

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama pejabat terkait meninjau dampak banjir dan menyusuri sungai yang meluap di Ngarai Sianok. [Foto: Dok. Biro Adpim Sumbar]

Bukittinggi, Padangkita.com Sungai Ngarai Sianok, Bukiitinggi yang meluap dan menimbulkan banjir, segera dinormalisasi. Langkah ini untuk mencegah terulangnya bencana banjir seperti yang terjadi Senin (3/6/2024).

Tindakan normalisasi disampaikan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah saat meninjau dampak bencana banjir di kawasan Ngarai Sianok, sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak, Selasa (4/6/2024).

Pada kesempatan itu, Mahyeldi bersama sejumlah pejabat terkait menyusuri sepanjang aliran sungai Ngarai Sianok. Sehingga, pihaknya sampai pada kesimpulan harus dilakukan normalisasi sungai segera.

"Sore ini kita melihat langsung dampak dari kejadian banjir di Ngarai Sianok. Dan, setelah kita susuri sungainya, ternyata juga terjadi longsor di hulu. Sedimennya sudah tinggi, sehingga sungai menjadi sangat dangkal," ungkap Mahyeldi usai penyusuran sungai bersama Wakil Wali Kota (Wawako) Bukittinggi, Marfendi, dan jajaran dari dinas terkait.

Dari hasil penyusuran dan pengumpulan informasi di lapangan, kata Mahyeldi, juga diketahui bahwa sekitar 100 meter area perbukitan di kawasan tersebut sudah runtuh dan menyebabkan longsoran. Di samping itu, tumpukan sampah juga ikut memicu terjadinya banjir, sehingga juga harus segera dibereskan.

"Ini perlu kita rapatkan terlebih dulu bersama Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam, dengan leading sector Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK). Normalisasi perlu dilakukan, dengan penggalian sedimen dan kemudian ditimbunkan ke kiri dan kanan sungai. Kita punya Pergub dan Perwako sebagai regulasi nantinya," terang Mahyeldi.

Selain itu, dari hasil penelusuran, lanjut Mahyeldi, juga ditemukan area yang cukup luas di kawasan Bukik Sampik, yang bisa digunakan untuk membangun konstruksi penahan air dan pasir. Kemudian, air dan pasir yang tertahan itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Ini perlu kita rancang dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu kita minta kerja sama masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan bantaran sungai. Sementara, untuk dampak yang terjadi akibat banjir, dengan cara gotong royong diharapkan bisa segera dibersihkan. Alat-alatnya tersedia di Bukittinggi," ujar Mahyeldi.

Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi juga menyalurkan bantuan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar berupa kebutuhan harian dan logistik untuk warga terdampak banjir di kawasan Ngarai Sianok. Setidaknya, terdapat 14 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dalam bencana tersebut.

"Semoga bantuan yang disalurkan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita berharap, banjir tidak kembali terjadi, sembari kita terus berupaya mencari solusi mitigasinya," kata Mahyeldi.

Turut mendampingi Mahyeldi dalam peninjauan tersebut, Kepala Dinsos Sumbar Syaifullah Kepala BPBD Sumbar Rudi Rinaldi, Plt Kepala Dinas SDABK Sumbar Ahdiyarsyah, Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar Mursalim, serta jajaran terkait lainnya di lingkup Pemprov Sumbar dan Pemko Bukittinggi.

Baca juga: Sensasi Menikmati Keindahan Ngarai Sianok dari Taman Kecil Puncak Taruko

Diketahui, kawasan Ngarai Sianok sendiri berada di perbatasan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Kawasan Ngarai Sianok merupakan objek wisata alam yang sangat terkenal dan telah resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Saat ini kawasan yang menakjubkan ini tengah dalam upaya pengusulan menjadi Geopark Dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG).   

[*/adpsb]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

58 Rumah Korban Bencana akan Direlokasi ke Lahan BBI, Gubernur Minta Persiapan Disegerakan
58 Rumah Korban Bencana akan Direlokasi ke Lahan BBI, Gubernur Minta Persiapan Disegerakan
Gubernur Mahyeldi Serukan Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat Entaskan Kemiskinan
Gubernur Mahyeldi Serukan Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat Entaskan Kemiskinan
Serahkan Sapi di Solok, Audy: ‘Tebar Kurban ASN – BUMD' Wujud Hadirnya Pemerintah
Serahkan Sapi di Solok, Audy: ‘Tebar Kurban ASN – BUMD' Wujud Hadirnya Pemerintah
Panjang Jalan Provinsi yang Rusak Berat di Sumbar 406,66 Km, Ini Rincian Per Daerah
Panjang Jalan Provinsi yang Rusak Berat di Sumbar 406,66 Km, Ini Rincian Per Daerah
Sapi Kurban Presiden Jokowi Seberat 1 Ton Diserahkan kepada Pengurus Masjid Raya Sumbar
Sapi Kurban Presiden Jokowi Seberat 1 Ton Diserahkan kepada Pengurus Masjid Raya Sumbar
Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Raya Sumbar, Mahyeldi Ingatkan Pentingnya Fondasi Tauhid
Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Raya Sumbar, Mahyeldi Ingatkan Pentingnya Fondasi Tauhid