Soal Pembebasan Lahan Tol Padang-Pekanbaru, Arteria Dahlan Ingatkan Prinsip “Bulek Kato Dek Mufakaik”

Penulis: Redaksi

Jakarta, Padangkita.com – Jalan tol Padang-Pekanbaru menjadi perhatian tokoh Minang di perantauan. Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM), Arteria Dahlan berharap pembangunan jalan tol dapat menjadi legacy atau konsistensi perhatian pemerintah di Sumatra Barat (Sumbar).

Harapan itu disampaikannya terkait pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), ruas Padang-Pekanbaru seksi Padang-Sicincin yang diprediksi molor penyelesaiannya. Awalnya kontraktor menargetkan tol Padang-Sicincin rampung akhir tahun 2022, akibat terkendala lahan terundur hingga 2024.

“Saya berharap jalan Tol Padang- Pekanbaru dapat menjadi legacy sekaligus konkretisasi perhatian dan atensi pemerintahan Pak Jokowi di bumi Minangkabau. Makanya saya pribadi mengawasi dan mencermati betul proyek ini,” kata Arteria kepada Padangkita.com, di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

“Sekaligus memberikan apresiasi kepada Pak Toni (Irjen Pol Toni Harmanto) Kapolda Sumbar yang lama dan Pak Kajati Sumbar yang bekerja keras men-support proyek tersebut,” tambahnya.

Ia berharap semua elemen masyarakat di ranah Minang, baik itu ninik mamak, tokoh adat, dan tokoh agama ikut serta hadir dalam setiap permasalahan yang muncul, untuk memberikan jalan keluar bagi masyarakat.

“Saya mengajak semua elemen masyarakat, para niniak mamak dan tokoh-tokoh adat serta tokoh agama untuk satu padu dan bergotong royong menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Karena, jalan tol itu untuk rakyat Minangkabau, percayalah itu,” ucap legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Arteria meyakini bahwa pembangunan jalan tol tersebut akan memberikan dampak manfaat bagi masyarakat Sumbar umumnya, dan masyarakat sekitar pembangunan khususnya, terutama dari sisi perekonomiannya.

“Ruas Padang Pekanbaru itu isinya orang Minang dan kepentingan orang Minang banyak di sana. Saya yakin akan menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sana yang notabene mayoritas orang Minang,” ucapnya.

“Orang Minang punya prinsip ‘bulek kato dek mufakaik‘, tidak ada masalah yang tidak bisa terselesaikan dengan mufakat. Saya juga meminta kepada semua pihak terkait untuk serius mendukung program nasional ini,” kata anggota Komisi III DPR RI itu sembari meminta bila terjadi penyimpangan untuk segera dilaporkan.

Ia menegaskan, kalau ada masalah dan penyimpangan-penyimpangan bisa dilaporkan ke dirinya. “Laporkan saja ke saya, Insyaallah kita bantu carikan jalan keluar,” ujarnya.

Untuk diketahui, jalan tol Padang-Pekanbaru sepanjang 255 km, terdiri dari enam seksi yaitu, Seksi 1 Padang-Sicincin sepanjang 36,15 kilometer dan Seksi 2 Sicincin-Bukittinggi 38 kilometer.

Baca juga: Gara-gara Pembebasan Lahan, Target Pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin Molor ke 2024

Kemudian, Seksi 3 Bukittinggi-Payakumbuh 34 kilometer, Seksi 4 Payakumbuh-Pangkalan 58 kilometer, Seksi 5 Pangkalan-Bangkinang 56 kilometer, dan Seksi 6 Bangkinang-Pekanbaru 40 kilometer. (jal/pkt)

Terpopuler