Sisa Sedimen di Lereng Gunung Marapi Dihitung untuk Tentukan Lokasi Pembangunan Sabo Dam

Sisa Sedimen di Lereng Gunung Marapi Dihitung untuk Tentukan Lokasi Pembangunan Sabo Dam

Penampakan kawasan yang terdampak bencana lahar dingin dan longsor di Sumbar. [Foto: Dok. Spab Kemdikbud]

Bukittinggi, Padangkita.com Sejalan dengan penanganan korban dan pascabencana, upaya mitigasi banjir lahar dingin dan longsor di sekitar Gunung Marapi terus dilakukan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), telah melakukan pengamatan udara di wilayah terdampak bencana banjir lahar hujan dan tanah longsor di sekitar lereng Gunung Marapi, Jumat (17/5/2024). 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, pengamatan visual tersebut dilakukan dengan berfokus pada titik lokasi terdampak, dan kawasan hulu sungai di Gunung Marapi. Khususnya, pada bagian alur sungai dengan vegetasi yang rusak akibat diterjang debit air banjir lahar hujan.

"Pengamatan jejak ketinggian air di dinding tebing dari vegetasi yang tersapu air akan memberikan gambaran debit air saat bencana terjadi," ungkap Abdul Muhari di Padang, dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (20/5/2024).

Selain itu, kata dia, pengamatan udara juga bertujuan guna melakukan pemetaan potensi lokasi-lokasi yang akan dibangun sabo dam sebagai upaya mitigasi untuk mencegah bencana serupa di kemudian hari.

"Selain merusak vegetasi yang ada, di sejumlah titik terdampak juga masih terdapat sisa sedimen yang masih tertahan di atas lereng gunung dan sekitar aliran sungai. Berdasarkan hasil pengamatan, sedimen tersebut merupakan sisa dari banjir lahar hujan yang terjadi," terangnya.

Peneliti PVMBG Mamay Sumaryadi menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari pengamatan ini, pihaknya akan menghitung terlebih dahulu sisa sedimen yang masih tertahan di atas lereng dan sekitar aliran sungai.

"Hasil tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menentukan titik lokasi pembuatan sabo dam yang direncanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," ungkapnya.

Selain mengamati aliran sungai dan lahar yang tersumbat sisa sedimentasi dan wilayah terdampak, BNPB-PVMBG juga melakukan pengamatan untuk melihat dan memetakan masih ada atau tidaknya daerah yang berpotensi terdampak apabila ada bencana serupa khususnya yang masuk ke dalam kawasan rawan bencana (KRB) yang telah dikeluarkan oleh PVMBG.

"Pemetaan tersebut juga akan diusulkan dalam perencanaan pembuatan sabo dam selanjutnya," kata dia.

Sementara itu, Kepala PVMBG Hendra Gunawan menyampaikan, dari pengamatan tersebut dirinya bersama tim PVMBG sudah dapat mengidentifikasi area mana yang akan disurvei lebih detail menggunakan drone guna menghitung volume yang masih tersisa. Sehingga, nantinya dapat diketahui berapa besaran volume dam yang dibutuhkan.

"Kemarin bersama BMKG di timur, hari ini di barat. Jadi, kesimpulannya kita sudah bisa mengidentifikasi area mana yang dari tim Badan Geologi dan BNPB yang akan kita survei drone, harapannya dari data volume ini bisa jadi bahan data input untuk perencanaan volume dam yang akan dipersiapkan termasuk lokasinya," kata Hendra usai melakukan tinjauan udara.

Seiring dengan masih dinamisnya cuaca di wilayah Sumatra Barat, BNPB juga terus mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaannya terutama saat terjadi hujan terus menerus selama lebih dari satu jam. Apabila terjadi, masyarakat yang berada di jalur aliran sungai segera mengevakuasi diri secara mandiri.

Baca juga: Sumbar Butuh Rp1,3 Triliun untuk Bangun Sabo Dam dan Infrastruktur yang Rusak Akibat Bencana

Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan peringatan dini, BNPB bersama pemerintah daerah akan memasang rambu penanda zona berbahaya serta sistem peringatan dini banjir lahar hujan.

[*/pkt]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Baca Juga

Sistem EWS Terintegrasi segera Dibangun di Gunung Marapi, Antisipasi Potensi Kerusakan
Sistem EWS Terintegrasi segera Dibangun di Gunung Marapi, Antisipasi Potensi Kerusakan
Masa Tanggap Darurat Resmi Berakhir, Pencarian 10 Korban Hilang Galodo Sumbar Dihentikan  
Masa Tanggap Darurat Resmi Berakhir, Pencarian 10 Korban Hilang Galodo Sumbar Dihentikan  
Percepat Rehabilitasi Lahan Pertanian, Gubernur Sumbar Datangi Kantor Kementan
Percepat Rehabilitasi Lahan Pertanian, Gubernur Sumbar Datangi Kantor Kementan
56 Sabo Dam Akan Dibangun di Tanah Datar untuk Mencegah Banjir, Dimulai Tahun Ini
56 Sabo Dam Akan Dibangun di Tanah Datar untuk Mencegah Banjir, Dimulai Tahun Ini
Sumbar Seperti Saudara Kandung, Pemprov dan Masyarakat Kepri Salurkan Bantuan Rp900 Juta
Sumbar Seperti Saudara Kandung, Pemprov dan Masyarakat Kepri Salurkan Bantuan Rp900 Juta
Peledakan Batu Gunung Marapi Berjalan Lancar, Atap Rumah yang Tertimpa Diperbaiki Pemda
Peledakan Batu Gunung Marapi Berjalan Lancar, Atap Rumah yang Tertimpa Diperbaiki Pemda