Sektor Pariwisata dan PAD Tanah Datar 2020 Anjlok Akibat Covid-19

Penulis: Agg

Berita Tanah Datar terbaru dan berita Sumbar terbaru: Pandemi Covid-19 telah berimbas pada sektor pariwisata di Tanah Datar. Sektor pariwisata yang selama menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat mengalami kemerosotan.

Batusangkar, Padangkita.com – Pandemi Covid-19 telah berimbas pada sektor pariwisata di Tanah Datar. Sektor pariwisata yang selama menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat mengalami kemerosotan dan berimbas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dinas Pariwisata dan Olah Raga Tanah Datar mencatat, jika dibandingkan tahun 2019, pada 2020 terjadi penurunan kunjungan wisatawan, aik wisatawan domestik maupun mancanegara. Penurunan kunjungan hampir terjadi di seluruh destinasi wisata.

Dari Januari hingga November 2020, tercatat kunjungan wisatawan domestik sebanyak 725.163 dan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 9.602, atau total keseluruhan sebanyak 734.765.

Sedangkan, pada bulan April dan Mei 2020 tidak tercatat adanya kunjungan. Hal ini disebabkan pada saat itu adanya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), di mana seluruh objek wisata ditutup untuk sementara waktu.

Total kunjungan tahun 2020 berasal dari 16 destinasi wisata seperti Istano Basa Pagaruyung, Batu Angkek Angkek, Puncak Pato, Panorama Tabek Patah, Aia Angek Padang Gantiang, Lembah Anai, Nagari Tuo Pariangan, Batu Batikam, dan Batu Basurek. Kemudian, Pandai Sikek, Rumah Pohon Tabek Patah, Pacu Jawi, Puncak Aua Sarumpun, Wisata Pendakian Gunung, dan Pasar Vander Capellen.

Kepala Dinas Pariwisata dan Olah Raga Kabupaten Tanah Datar, Abdul Hakim mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah secara otomatis mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Tanah Datar. Dibandingkan tahun 2019, persentase penurunan jumlah wisatawan mencapai 50% dari target kunjungan 1 juta wisatawan.

“Kalau saat akhir pekan atau libur panjang, kunjungan bisa dikatakan hanya 60% dibandingkan kondisi normal, sedangkan pada hari biasa hanya 40% jika dibandingkan dalam kondisi normal,” tambahnya.

Dampak lain dari pandemi Covid-19 yaitu berhentinya roda perekonomian masyarakat yang memang bertumpu pada sektor kepariwisataan.

“Seperti di Istano saja, banyak pelaku usaha kita yang tidak beraktivitas saat itu. Ini merupakan salah satu dampak dari pandemi Covid 19,” ungkap Abdul Hakim saat ditemui di kantornya, Selasa (22/12/2020).

Pandemi Covid-19 juga telah mengubah pola berwisata wisatawan ke Tanah Datar dan Sumatra Barat (Sumbar) pada umumnya. Di mana, setiap wisatawan yang datang mesti menerapkan protokol kesehatan guna mengantisipasi munculnya klaster dari pariwisata.

“Untuk datang ke Istano saja pengunjung wajib melalui cek suhu tubuh, dan menggunakan masker. Untuk naik ke rumah gadang, pengunjung dibatasi jumlahnya,” jelasnya.

Sebagai bahan evaluasi, lanjut Hakim, kondisi yang sama akan masih diterapkan pada tahun 2021 mendatang. Di setiap destinasi wisata Tanah Datar, wajib mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Brand Pariwisata Tanah Datar “Authentic Minangkabau” Masuk Nominasi API 2020

“Tentunya tahun 2021 penegasan protokol kesehatan di destinasi wisata akan lebih ditekankan. Tidak menutup kemungkinan, bagi pelanggar akan diberikan sanksi tegas. Sanksi bisa berupa penutupan objek wisata dan lain sebagainya,” tukas Abdul Hakim. [pkt]


Baca berita Tanah Datar terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler