Riau Kini Punya Jalan Tol Sepanjang 200 Km, Sumbar 36 Km saja belum Beres

Penulis: Redaksi

Padang, Padangkita.com – Bicara soal infrastruktur jalan tol, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) semakin tertinggal. Apalagi jika dibandingkan dengan Provinsi Riau, yang saat ini sudah punya jalan tol sepanjang 200 km lebih.

Jalan tol yang berada di Riau adalah Jalan Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) dan Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang. Khusus Jalan Tol Permai telah resmi beroperasi sejak tahun 2020. Sementara itu, Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang, segera rampung dan siap dioperasikan.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro mengatakan untuk pengoperasian Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang, Hutama Karya telah melakukan sejumlah persiapan menjelang dioperasikan, salah satunya dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM).

Menurut Koentjoro, Hutama Karya telah melaksanakan training untuk calon karyawan yang akan melayani pengoperasian Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang.

Pemberian training kepada calon karyawan di Tol Pekanbaru – Bangkinang dilakukan selama 37 hari (18/8/2022 – 25/9/2022). Adapun pelatihan tersebut meliputi kesamaptaan, pelayanan prima, penanganan gawat darurat, mekanikan dan elektrikal, sistem transaksi dan peralatan tol hingga pelatihan rescue dan derek.

“Selain teori, dalam pelatihan ini juga dilakukan praktik atau simulasi penanganan dengan melibatkan beberapa praktisi yang berpengalaman di bidangnya agar calon karyawan dapat siaga di lapangan dan benar-benar dibekali keahlian dan kemampuan untuk mengoperasikan jalan tol sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di jalan tol,” ujar Koentjoro dalam keterangan tertulis.

Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang akan mempersingkat waktu perjalanan, yang selama ini 1 jam sampai 1,5 jam, akan menjadi 30 menit saja.

Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang sepanjang 40 km adalah bagian dari Jalan Tol Padang – Pekanbaru yang terdiri dari 6 seksi.

Sebelumnya, Koentjoro menyebutkan pembangunan Jalan Tol Padang – Pekanbaru sepanjang 254,8 km yang terdiri dari 6 Seksi dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama, Hutama Karya fokus menuntaskan 3 Seksi dari 6 Seksi, yakni Seksi 6 Pekanbaru – Bangkinang (40 km), Seksi 5 Bangkinang – Pangkalan (25 km), dan Seksi 1 Padang – Sicincin (36 km).

Sedangkan Seksi 2 Sicincin – Bukittinggi (38 km), Seksi 3 Bukittinggi – Payakumbuh (34 km) dan Seksi 4 Payakumbuh – Pangkalan (58 km) akan dibangun setelah 2024.

Meski begitu, Koentjoro menegaskan, bahwa progres konstruksi jalan tol sangat bergantung pada pembebasan lahan yang kerap menjadi tantangan di lapangan.

Menurut Koentjoro kehadiran Jalan Tol Pekanbaru – Padang atau disebut sebaliknya Jalan Tol Padang – Pekanbaru secara keseluruhan, nantinya akan membawa manfaat positif bagi perekonomian dan pariwisata kedua wilayah, Riau dan Sumbar.

Jalan tol ini pun nantinya akan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Padang ke Pekanbaru dari 9 jam via jalan arteri menjadi kurang lebih 3 jam via jalan tol dengan kecepatan rerata 80 km/jam.

Khusus jalan tol di Sumbar, yakni Jalan Tol Padang – Sicincin, proses pembangunan telah dimulai lagi sejak September. Pembangunan jalan tol sepanjang 36,15 km ini telah mangkrak sejak Desember 2021 lalu.

Kelanjutan pembangunan jalan tol yang jadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan pembebaskan lahan.

Baca juga: Ada Operasi Microsleep di Ruas Jalan Tol Trans Sumatra Ini, Apa Itu?   

Jalan Tol Padang – Sicincin ini dikerjakan oleh anak usaha Hutama Karya yaitu PT HK Infrastruktur (HKI). Adapun progress pembebasan lahan saat ini sudah mendekati 70% dan progres konstruksi mencapai 45%. [*/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

No Content Available

Add New Playlist