Ada Operasi Microsleep di Ruas Jalan Tol Trans Sumatra Ini, Apa Itu?   

Penulis: Redaksi

Pekanbaru, Padangkita.com – PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) terus meningkatkan kualitas jalan tol dan melakukan sosialisai berkendara, salah satunya di Provinsi Riau.

Jalan tol yang berada di Riau adalah Jalan Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) dan Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang, yang total panjang keduanya mencapai 200 km lebih.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro mengatakan saat ini Jalan Tol Pekanbaru – Dumai yang telah beroperasi sejak tahun 2020, menjadi jalan tol pertama di Bumi Lancang Kuning.

Sementara Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang, progresnya sendiri hampir rampung sehingga siap untuk dioperasikan jika ada arahan dari regulator.

“Jalan tol ini masih terbilang baru khususnya untuk masyarakat Riau, sehingga berpengaruh pada sikap pengendara di sana. Perlu untuk membangun kebiasaan berkendara sesuai aturan di jalan tol,” ungkap Koentjoro dalam keterangan tertulis, sebagai dikutip Padangkita.com dari situs resmi Hutama Karya, Kamis (6/9/2022).

Ia mencontohkan, terkait kecepatan berkendara yang berbeda dari jalan nasional, maupun aturan-aturan lainnya yang harus dipahami.

“Itulah yang kami lakukan dalam 2 tahun terakhir dengan memberikan edukasi yang intens kepada pengguna jalan, melalui Kampanye ‘Setuju’ (Selamat Sampai Tujuan) hingga saat ini,” kata Koentjoro.

Koentjoro menambahkan, kampanye keselamatan berkendara tersebut disosialisaikan melalui rilis resmi perusahaan, media sosial, radio dan media mainstream, pembagian flyer hingga pemasangan imbauan di spanduk, baliho, VMS dan lainnya.

Selain edukasi terkait keselamatan berkendara, berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas jalan tol juga terus dilakukan oleh Hutama Karya selaku pengelola Jalan Tol Permai.

“Dalam upaya menurunkan insiden yang disebabkan oleh pengemudi mengantuk atau lelah, kami menggelar Operasi Microsleep pada jam-jam rawan mengantuk dengan mengarahkan pengemudi ke rest area untuk dibagikan snack dan kopi,” jelas Koentjoro.

Di rest area, kata dia, pengemudi akan dicek kondisi kesehatan dan pengemudi yang didapati mengantuk akan diminta untuk beristirahat terlebih dahulu. 

Tol Permai saat ini telah dilengkapi 4 Rest Area Temporary di KM 45 Jalur A, KM 65 Jalur B, dan KM 82 Jalur A dan B yang di dalamnya terdapat tenant makanan, minimarket, toilet, mushola dan lainnya,” tambahnya.

Di samping upaya peningkatan keselamatan berkendara, pemeliharaan dan beautifikasi juga rutin dilakukan di Jalan Tol Permai demi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tol.

“Pemeliharaan dan pengaspalan rutin dilakukan di Tol Permai dengan menggunakan berbagai teknik tergantung dengan jenis perkerasan jalannya,” kata Koentjoro.

Saat ini, lanjut dia, pemeliharaan sedang dilakukan di Jalan Tol Permai yakni di KM 18+100 Jalur A, KM 25+100 Jalur A, 92+700 Jalur B dengan menggunakan teknik Scrapping, Filling, & Overlay dengan memberikan perambuan agar tidak mengganggu lalu lintas.

“Beautifikasi seperti pengecetan ulang median concrete barrier dan kanstin serta penanaman pohon juga rutin dilakukan guna menciptakan jalan tol hijau ramah lingkungan yang indah & asri,” tutur Koentjoro.

Di sela-sela waktu beristirahat di rest area, Edi yang merupakan salah satu pengguna jalan mengungkapkan bahwa kehadiran Tol Permai ini terbukti mempercepat mobilisasi.

“Sebelum ada jalan tol ini butuh sekitar 4 jam lebih untuk bolak-balik dari Duri ke Pekanbaru dan sebaliknya. Sementara saat ini hanya kurang lebih 40 menit saja, apalagi saya seorang businessman, jadi kecepatan waktu sangatlah berarti,“ ujar Edi.

Sebagai upaya untuk memberikan pelayanan optimal dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, Hutama Karya selaku pengelola akan terus meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.

Baca juga: Kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru – Dumai, Toyota Innova Seruduk Truk dan Begini Kondisinya

“Peningkatan SPM ini menjadi penting karena jalan tol ini menjadi akses utama pariwisata dan pengiriman barang dari Indonesia ke Malaysia dan sebaliknya melalui Pelabuhan Roll-On/Roll-Off (RoRO),” kata Koentjoro. [*/pkt]

 

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News

Terpopuler

Add New Playlist