Berita

PUPR Gelar ‘Market Sounding’, Siapa Berminat Bangun Flyover Sitinjau Lauik Senilai Rp2,824 T?

×

PUPR Gelar ‘Market Sounding’, Siapa Berminat Bangun Flyover Sitinjau Lauik Senilai Rp2,824 T?

Sebarkan artikel ini
Jalan Sitinjau Lauik yang merupakan Jalan Nasional di Sumbar jadi salah satu jalur yang dibatasi bagi angkutan barang selama libur panjang. [Foto: Dok. Padangkita]

Padang, Padangkita.comRencana pembangunan jalan layang atau Flyover Sitinjau Lauik terus diproses di tingkat pusat, khususnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, ternyata telah digelar ‘market sounding’ atau penjajakan minat pasar untuk proyek pembangunan Flyover Sitinjau Lauik menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU)

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Reni Ahiantini mengungkapkan, melalui skema KPBU, urgensi penyediaan layanan infrastruktur dapat diselenggarakan tanpa sepenuhnya tergantung dari ketersediaan anggaran Pemerintah.

Gambar jalur kawasan Sitinjaul Lauik yang akan dibangun jembatan layang atau flyover. [Foto: Dok. Kementerian PUPR]

Selain itu, kata dia, pemerintah dapat memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan yang diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, di antaranya melalui pembiayaan sebagian konstruksi, dukungan kelayakan, serta jaminan pemerintah pada proyek KPBU. 

“Kegiatan ‘market sounding’ ini merupakan forum bagi pemerintah untuk menyampaikan informasi secara menyeluruh mengenai proyek KPBU. Selain itu juga untuk menjaring masukan, tanggapan dan minat dari para badan usaha atas proyek KPBU yang ditawarkan oleh Kementerian PUPR selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) atau Government Contracting Agency,” kata Reni Ahiantini dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip Padangkita.com dari situs Kementerian PUPR, Rabu (29/11/2023).  

Diketaui, ‘market sounding’ atau penjajakan minat pasar telah diselenggarakan pada Kamis (23/11/2023).

Proyek KPBU Flyover Sitinjau Lauik merupakan proyek atas prakarsa badan usaha (unsolicited) bernilai investasi sebesar Rp2,824 triliun dengan panjang jalan 2,781 km, dan masa konsesi selama 12,5 tahun.

Menurut Reni, skema pengembalian investasi yang digunakan pada proyek ini berupa pembayaran Availability Paymen (AP) dari Pemerintah kepada badan usaha, dan direncanakan akan memasuki tahap lelang pada akhir kuartal I tahun 2024. 

“Proyek KPBU Flyover Sitinjau Lauik berada di jalan lintas Lubuk Selasih – Batas Kota Padang. Jalan ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Solok. Arus barang dan orang dari Pulau Jawa yang menuju Kota Padang melewati jalur ini,” kata Reni. 

Ia juga menjelaskan, bahwa kawasan Sitinjau Lauik merupakan rute yang memiliki tanjakan dan turunan ekstrem. Meski jalur ini termasuk jalur nasional yang memiliki badan jalan yang lebar, tetapi tidak semua kendaraan dapat dengan mudah untuk melewati jalur ini. Kendaraan berat harus mengambil sisi terluar jalan yang landai agar mendapatkan momentum untuk menanjak.

Begitu juga saat menurun, pengendara kendaraan berat mesti memastikan semua fungsi kendaraannya dalam keadaan baik. Tak itu saja, pengalaman pengendara juga sangat dibutuhkan jika melewati kawasan Sitinjau Lauik.

Lebih jauh Reni menyampaikan, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik bertujuan untuk meningkatkan kualitas jalan agar mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat gradien kemiringan jalan eksisting yang sangat curam, sehingga memberikan tingkat keamanan dan keselamatan yang lebih baik dari kondisi sebelumnya bagi pengguna jalan. 

“Dengan dibangunnya Flyover Sitinjau Lauik diharapkan dapat mengurangi antrean pada tanjakan Sitinjau Lauik sehingga memperlancar proses distribusi kebutuhan konsumsi masyarakat,” kata Reni.

Baca juga: Gubernur Sumbar Percepat Revisi RTRW dan Izin Kawasan Hutan untuk Flyover Sitinjau Lauik

Diketahui, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik ini telah menjadi perhatian besar para pemangku kepentingan di Sumatra Barat (Sumbar). Sejak lama berbagai upaya telah diperjuangkan ke pusat. Hingga akhirnya, kini baru menunjukkan progres. [*/pkt]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News