Berita

PT Semen Padang dan BP2P Bantu 59 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Padang

×

PT Semen Padang dan BP2P Bantu 59 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Padang

Sebarkan artikel ini

Padang, Padangkita.comPT Semen Padang bersama Balai Pelaksana Penyedia Perumahan (BP2P) Sumatera III kembali menyalurkan bantuan Percepatan Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) Dalam Rangka Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

Bantuan berupa semen itu disalurkan kepada 59 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Padang.

Bantuan tahap kedua ini menyasar 59 unit rumah tidak layak huni di Kota Padang, yang tersebar di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Lubuk Kilangan, Padang Barat, Padang Selatan dan Pauh.

Sebelumnya, sebanyak 57 unit rumah juga mendapat bantuan yang sama dari PT Semen Padang dan BP2P.

Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama (PKS) antara PT Semen Padang dengan Balai Pelaksana Penyedia Perumahan (P2P) Sumatra III di Pekanbaru, pada Juni 2023 lalu.

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan ini diharapkan dapat membuat rumah yang tidak layak huni menjadi rumah yang sederhana bagi masyarakat yang menerima bantuan,” ujar Iskandar, Kamis (7/12/2023).

Sementara itu, Lurah Bungus Selatan, Nurhayati, mengapresiasi PT Semen Padang dan BP2P yang telah membantu warganya dalam merenovasi rumah yang tidak layak huni menjadi rumah layak huni.

“Menurut kami, apa yang dilakukan Semen Padang dan BP2P ini adalah kolaborasi yang sangat luar biasa. Karena, bantuan ini sangat besar sekali manfaatnya, khususnya bagi warga yang menerima bantuan,” katanya.

Edi Suparjo, salah satu penerima bantuan, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. “Senang dan bahagia sekali rasanya bisa mendapatkan bantuan untuk rehab rumah. Karena, bantuan ini sudah lama kami impi-impikan. Kalau dibangun pakai dana pribadi, kami tidak akan sanggup,” kata pria berusia 52 tahun tersebut.

Saat ini, proses rehab rumahnya sedang berlangsung. Meski belum selesai, dia dan keluarganya merasa lega, karena bagian vital di dalam rumah dan harus segera diperbaiki sudah selesai dilakukan.

“Selain itu, yang membuat kami terharu adalah pembuatan kamar mandi dan toilet. Karena, dengan adanya bantuan sebesar Rp20 juta dari BP2P ditambah bantuan semen dari Semen Padang, kami pun bisa membuat kamar mandi dan toilet. Selama ini di rumah tidak ada kamar mandi dan toilet. Untuk mandi biasanya menumpang di rumah tetangga yang masih sanak saudara kami,” ujarnya. [*/hdp]