Posisi Muhyiddin Yassin Sebagai Perdana Menteri Malaysia Belum Aman

Mahathir Mohamad memerintahkan Parlemen Malaysia agar bersidang lebih cepat dari yang dijadwalkan agar dukungan Parlemen terhadap dirinya bisa dibuktikan

Penulis: Redaksi

Posisi Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru dilantik hari ini, Minggu (1/3/2020) belum aman. Pasalnya, Mahathir Mohamad berupaya melakukan upaya politik dengan menggalang dukungan di Parlemen.

Kuala Lumpur, Padangkita.com – Mahathir Mohamad menyerukan sidang parlemen diselenggarakan lebih awal, sehingga anggota parlemen (MP) dapat menunjukkan secara resmi apakah mereka mendukung Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri.

Hal itu dingkap Mahathir Mohamad Minggu (1/3/2020) pada konferensi pers menjelang upacara pelantikan Muhyiddin sebagai perdana menteri. Mahathir menegaskan bahwa ia memerintahkan mayoritas dukungan di DPR.

Baca Juga

Pada Sabtu malam, Mahathir merilis daftar 114 anggota parlemen yang mendukungnya untuk mengambil alih sebagai perdana menteri Malaysia berikutnya. Dia mengatakan mereka semua memiliki surat tertulis atau menandatangani deklarasi undang-undang.

“Dia (Bapak Muhyiddin) akan dilantik sebagai Perdana Menteri. Langkah selanjutnya adalah apakah kita dapat menunjukkan bahwa kita tidak percaya padanya, ”katanya, Minggu dikutip channelnewsasia.com.

“Aku merasa dikhianati oleh Muhyiddin, dia sudah mengerjakan ini sejak lama dan sekarang dia telah berhasil.”

Mahathir mengatakan langkah selanjutnya adalah menunggu sidang parlemen.

“Pemerintah bisa menunda selama yang dia mau. Tetapi jika penundaan itu sangat lama, maka perdana menteri tidak didukung oleh anggota parlemen. ”

Dia mencatat bahwa menurut konstitusi Malaysia, orang yang dipilih sebagai perdana menteri harus mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen, tanpa menyebutkan partai politik.

“Jika parlemen tidak diizinkan duduk, para anggota parlemen tidak dapat mengungkapkan secara resmi apakah mereka mendukung Muhyiddin,” katanya.

Mahathir menambahkan “Aturan hukum tidak lagi diterapkan. Yang kalah membentuk pemerintah. Pemenang kehilangan hak untuk membentuk pemerintahan. Ini adalah situasi yang sangat aneh.”

Pada hari Sabtu (29/2/2020) sore, istana mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa raja telah menemukan bahwa Mr Muhyiddin kemungkinan memerintahkan dukungan mayoritas anggota parlemen. (*/afp)


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler

Add New Playlist