Polres Limapuluh Kota Bekuk Komplotan Curanmor Asal Padang Sarai, Telah Beraksi di Banyak TKP

Berita Limapuluh Kota terbaru dan berita Sumbar terbaru: Polres Limapuluh Kota membekuk komplotan pencuri sepeda motor atau curanmor asal Padang Sarai, Padang

Sarilamak, Padangkita.com – Komplotan pencuri sepeda motor atau curanmor asal Padang Sarai, Padang dibekuk tim Polres Limapuluh Kota. Anggota komplotan yang merupakan warga Kompleks Asrama Brimob dan Kompleks Pemda, Padang Sarai, Koto Tangah, Padang, ini sedikitnya telah beraksi di tujuh lokasi atau tempat kejadian perkara (TKP).

Antara lain di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Pasar Sarilamak Limapuluh Kota, dan Jalan Sumbar-Riau dan tiga TKP lainnya termasuk di Kota Padang. Bahkan, anggota komplotan ini juga beraksi di depan rumah dinas Wakil Bupati Limapuluh Kota di Purwajaya, Harau.

Namun, selicin-licinya mereka, aksi komplotan curanmor asal Padang Sarai ini terbongkar juga oleh polisi. Malahan, empat anggota komplotan ini sudah ditangkap pada Senin (7/9/2020) dan Selasa (8/9/2020), oleh Tim Operasional Satuan Reserse dan Kriminal (Tim Opsnal Satreskim), Polres Limapuluh Kota.

“Mereka ditangkap di tempat berbeda. Satu orang ditangkap di sebuah gudang pembuatan springbad di belakang Mapolres Limapuluh Kota. Sedangkan tiga orang lainnya ditangkap di Kompleks Brimob dan Kompleks Pemda, Padang Sarai, Padang,” kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso, melalui Kasat Reskrim AKP Nofrizal Chan kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Keempat anggota komplotan curanmor Padang Sarai yang ditangkap ini, semuanya adalah warga sipil. Tidak ada yang tercatat sebagai aparatur negara. Tinggalnya saja yang kebetulan di Kompleks Pemda dan Kompleks Asrama Brimob, Padang Sarai, Padang.

Baca Juga: Video Viral Wanita Telanjang Dada Diarak Pemuda dan Anak-anak di Pasaman, Begini Faktanya Menurut Polisi

Berdasarkan data yang dirilis AKP Nofrizal Cha, keempat anggota komplotan ini berinisial FRP alias Faiz, 19 tahun, warga Kompleks Pemda Padang Sarai, RT 008/RW 009, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Kemudian, ISG alias Putra, 18 tahun, warga RT 03/RW 09, Tanah Garap, Padang Sarai, Padang. Selanjutnya, AB alias Aga, 26 tahun, warga Kompleks Asrama Brimob Padang Sarai, Koto Tangah, Padang. Dan terakhir, AM alias Andes, warga Kompleks Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang

Tersangka Faiz ditangkap di belakang Mapolres Limapuluh Kota, tepatnya di sebuah gudang pembuatan springbad. Sedangkan tersangka Putra, Aga, dan Andes ditangkap di Padang. Keempatnya kini sudah diamankan di Mapolres Limapuluh Kota untuk pengembangan kasus lebih lanjut.

Menurut AKP Nofrizal Chan, sepak terjang komplotan curanmor yang meresahkan mahasiswa dan masyarakat ini, terbongkar berkat penyelidikan Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota.

“Keberadaan komplotan ini terbongkar karena maraknya pencurian motor di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota,” ujarnya.

Nofrizal Chan menyebutkan, awalnya Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota mendapat informasi dari informan, bahwa pelaku yang sering mecuri lakukan sepeda motor di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota adalah kelompok Faiz cs dari Padang. Informasi ini kemudian dikembangkan dengan mencari tahu keberadaa Faiz cs.

Setelah didapat informasi yang akurat tentang keberadaan pelaku, Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota langsung melakukan pemancingan. Awalnya, Faiz dipancing datang ke Limapuluh Kota oleh seorang informan yang pura-pura menawarkan motor Mio sporty bodong.

Tawaran ini ternyata menggiurkan Faiz. Pria kelahiran Padang, 27 september 2000 yang sehari-hari bekerja sebagai buruh ini, lantas datang dari Padang ke Limapuluh Kota pada Senin sore (7/9/2020), untuk membeli sepeda motor bodong tersebut.

Setiba di Limapuluh Kota, Faiz sempat mendatangi sebuah gudang tempat pembuatan springbad di kawasan Ketinggian, Sarilamak, Harau. Tepatnya lagi di belakang Mapolres Limapuluh Kota. Di tempat inilah, Faiz akhirnya ditangkap polisi pada Selasa (8/9/2020) pukul berapa 00.15 WIB.

Begitu ditangkap tanpa perlawanan, Faiz yang kemudian diperiksa di Mapolres Limapuluh Kota, langsung bersikap kooperatif. Dia mengakui, terlibat pencurian motor pada tiga lokasi di Limapuluh Kota. Yakni, di Pasar Sarilamak, di Jorong Ketinggian, Sarilamak atau Jalan Sumbar-Riau, dan terakhir di depan rumah dinas Wabup Limapuluh Kota di Purwajaya, Harau.

“Dalam melakukan pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota, Faiz mengaku beraksi dengan seorang temannya. “Pelaku tersebut, kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Limapuluh Kota,” kata Nofrizal Chan.

Tidak hanya melakukan pencurian sepeda motor di tiga tempat tersebut, Faiz juga mengaku terlibat serangkaian pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polresta Padang. “Tersangka Faiz mengaku juga terlibat pencurian tiga sepeda motor di dalam kampus UNP di Padang,” terang Nofrizal Chan.

Bukan itu saja, Faiz menyebut, temannya-temannya, termasuk ISG alias Putra yang sudah ditangkap, juga terlibat pencurian sepeda motor di Jalan Sumbar-Riau. Persisnya di depan Sanjai Putri Chaniago di Ketinggian, Sarilamak, Harau.

Begitu mendengar pengakuan Faiz, Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota langsung bergerak mencari tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini, serta mencari barang-bukti motor curian. Dari pencarian selama Selasa (8/9/2020), akhirnya ditangkap tiga tersangka lain yakni, ISG alias Putra,18. Kemudian, AB alias Aga dan Am alias Andes.

Tersangka ISG alias Putra ditangkap di RT 02/RW 09, Tanah Garap, Padang Sarai. Dari tangan Putra, polisi menyita satu sepeda motor hasil pencurian di Pasar Sarilamak, Harau. Setelah itu, polisi mencari barang bukti lain hasil curian komplotan ini.

Ternyata, barang bukti itu sudah ada yang dijual. Di antaranya kepada AB alias Aga, warga Kompleks Asrama Brimob Padang Sarai. Tersangka Aga pun akhirnya ikut ditangkap sebagai pelaku/penadah motor curian. Selain Aga, juga ikut sebagai penadah dalam kasus ini, Am alias Andes yang juga sudah diamankan di Mapolres Limapuluh Kota.

“Sekarang, kasus pencurian sepeda motor ini, sesuai dengan atensi dari Bapak Kapolres yang baru, masih terus kami kembangkan. Tidak tertutup kemungkinan akan ada tambahan tersangka dan barang bukti,” kata Nofrizal Chan. [gse/pkt]


Baca berita Limapuluh Kota terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com