PN Pasbar Buat Terobosoan, Sidang Penetapan Perkawinan Non-Muslim di Kantor Wali Nagari

Penulis: Ahmad Romi

Simpang Empat, Padangkita.com – Pengadilan Negeri (PN) Pasaman Barat Kelas II melakukan terobosan dengan memberikan pelayanan langsung ke nagari atau kecamatan. Pelayanan ini dinamakan “Ksatrio Sirancak”, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat non-muslim dalam penetapan perkawinan yang terlambat.

Melalui kegiatan ini, tim PN Pasbar turun langsung ke rumah masyarakat untuk sidang penetapan perkawinan. Jadi, masyarakat tidak lagi harus hadir langsung ke pengadilan. Kali ini, tim PN Pasbar turun ke Nagari Persiapan Tandikek, Kecamatan Kinali, Selasa (17/11/2020).

Baca Juga

Pada kesempatan ini, bertindak sebagai Hakim, Imam Kharisma Makkawaru, Warman Priatno sebagai Panitera dan Bayu Agung Kurniawan selaku Penanggung Jawab Perkara Permohonan.

Humas PN Pasbar, Warman Priatno mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Pasbar dengan tujuan mempermudah masyarakat non-muslim untuk melakukan pengurusan penetapan perkawinan tanpa harus datang ke pengadilan.

“Sebenarnya kegiatan ini telah diadakan sejak tanggal 7 September 2020 yang lalu di Kecamatan Sungai Aur. Hari ini di Kinali, kemudian Besok di Giri Maju, Kecamatan Luhak Nan Duo,” kata Warman kepada Padangkita.com, Selasa (17/11/2020) sore.

Tim PN Pasbar langsung turun ke nagari untuk sidang penetapan perkawinan di lapangan. Hal itu dilakukan demi menghemat waktu dan biaya masyarakat, karena hanya cukup menyerahkan persyaratan ke kantor camat atau nagari tanpa perlu lagi hadir ke pengadilan.

“Semoga melalui kegiatan ini masyarakat non-muslim yang ingin mengurus penetapan perkawinannya bisa terbantu,” ujarnya.

Sehingga nantinya diharapkan tidak ada lagi kendala- kendala yang ditemui dalam pengurusan surat-menyurat karena belum adanya penetapan perkawinan.

Baca Juga: Seorang Pasien Positif Covid-19 di Pasbar Meninggal Dunia, Kasus Positif Bertambah 1 Orang

“Kita berharap kegiatan Ksatrio Sirancak ini memang dapat dirasakan keberadaannya oleh masyarakat terutama masyarakat non-muslim yang terkendala akan penetapan perkawinannya,” ungkap Warman Priatno. (rom/pkt)

 


Baca berita Pasaman Barat terbaru dan berita Sumbar terbaru hanya di Padangkita.com.

Terpopuler