Pilkada 2020, Dharmasraya Kembali Menyambut Bupati Termuda se-Indonesia

Penulis: Redaksi

DINAMIKA Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Dharmasraya menarik untuk disimak. Sebab, dinamika politik di daerah perbatasan Sumbar – Jambi ini cukup tinggi. Apalagi, kontestasinya hanya diikuti dua pasangan calon; penantang dan petahana.

Sejarah mencatat, Dharmasraya pernah dipimpin Bupati termuda se Indonesia, yakni Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Meski tanpa pengalaman di pemerintahan kala itu, Sutan berhasil menumbangkan petahana Bupati Adi Gunawan di Pilkada 2015. Tagline kemenanganya adalah “Saatnya Putra Daerah” memimpin Dharmasraya dan itu berhasil karena Adi Gunawan notabenenya berasal dari Kabupaten Solok.

Baca Juga

Pilkada 2020 Dharmasraya kembali menghadirkan dua pilihan alias head to head. Sutan Riska kembali maju menjadi calon bupati bersama calon wakil bupati Dasril Panin Dt Labuan. Menariknya, penantang petahana itu juga anak muda, yakni Panji Mursyidan yang berpasangan dengan Yosrizal (Panji-Yos).

Panji saat ini baru menginjak usia 27 tahun. Dulu, Sutan Riska muda tanpa pengalaman maju di Pilkada 2015. Sementara, putra sulung politisi nasional, Dra Hj Elviana itu maju dengan sarat pengalaman di bidang ekonomi. Dia rela memangkas karir gemilangnya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), demi mengabdi di kampung halaman.

Panji dan Sutan sama-sama berasal dari Dharmasraya. Dengan begitu, tidak ada lagi “senjata” kampanye; bukan putra daerah yang digaungkan Sutan ketika maju di Pilkada 2015. Habis main “menjual” program. Sebab, penantangnya muda, energik dan sarat pengalaman dan bahkan taat beragama.

Hari ini, warga Dharmasraya menilai Panji sosok millenial soleh yang peduli dengan agama. Bahkan, gerakan politik Panji hari ini lahir dari jenjang surau ke surau dan masjid ke masjid. Dia mendengar beragam keluh kesah tokoh pemuda agama, para penjaga surau tentang keprihatinan mereka dengan kejayaan Islam di masa mendatang.

“Pemimpin harus dekat dengan masyarakat. Insyaallah Panji-Yos akan memulai semuanya dari masjid. Kita akan programkan juga rumah tahfiz di setiap nagari, agar lahir penghafal-penghafal alquran dari Dharmasraya,” kata Panji sembari menyebut akan menunaikan salat jumat bergiliran dari masjid ke masjid jika kelak terpilih menjadi bupati.

Tak kalah hebatnya, Panji-Yos juga mengusung program berobat gratis bagi semua masyarakat yang ber-KTP Dharmasraya. Dia berjanji akan mengupayakan tuntas masalah kesehatan ini dengan anggaran pemerintah daerah. Bagi Panji, berobat gratis adalah hak setiap warga Dharmasraya.

Tidak ada artinya pemerintah membangun jalan, jembatan dan infrastruktur megah. Sementara, rakyatnya kelaparan, bahkan tidak bisa berobat karena tidak memiliki uang. Kondisi ini masih jamak ditemukan hampir di setiap pelosok nagari di Dharmasraya. Hal inilah yang membuat Panji tergerak dan bersungguh-sungguh untuk membebaskan tangis masyarakat dari ketidakmampuan membayar pengobatan saat menderita sakit.

Di bidang pendidikan, Panji akan mengupayakan beasiswa untuk para siswa kurang mampu dan berprestasi. Sebab, pendidikan adalah jalan menuju kesuksesan dan menghapuskan kemiskinan. Setelah itu, dia juga berupaya melahirkan lapangan pekerjaan demi menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Agaknya, sebagai anak muda yang berpengalaman di bidang ekonomi, tak sulit bagi Panji-Yos mewujudkan program kerja yang jelas-jelas mendasari hajat hidup orang banyak. Dan, sejarah Dharmasraya dipimpin bupati termuda akan kembali terulang di Pilkada 2020 ini.

Tidak mustahil, sosok Panji, anak muda energik yang intelektualitas dan kesolehannya tidak diragukan ini bisa mengalahkan petahana. Selamat berjuang Panji-Yos. Semua demi kepentingan masyarakat dan kekuatan ada di tangan anak muda. (*)

Penulis: Surya Kusuma Azhari, Ketua Garda Nasdem Kabupaten Dharmasraya

Terpopuler