Peta Persaingan Pilkada Sijunjung Mulai Terlihat, 4 Pasangan Calon Diprediksi Bakal Bertarung, 1 dari Perseorangan

Penulis: Mentari Tryana

Muaro Sijunjung, Padangkita.com – Peta persaingan pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sijunjung 2020 mulai terlihat. Kemungkinan akan ada empat pasangan calon bupati/wakil bupati yang bakal bertarung pada Pilkada Sijunjung.

Pasangan tersebut adalah Ashelfine-Sarikal, Benny Dwifa-Iradatillah dan Arrival Boy-Mendro Suarman. Tiga pasangan ini bakal maju melalui partai politik (parpol). Sementara satu pasangan lagi dari jalur perseorangan atau independen, yakni Endre Saifoel-Nasrul Cun.

PPP dan Partai Nasdem disebut-sebut telah merestui pasangan Benny Dwifa-Iradatillah. Di lain pihak, PAN dan PKB juga jadi bahan gunjingan akan berjodoh pada Pilkada Sijunjung 2020. Sebagaimana yang diungkapkan salah satu tokoh muda Sijunjung, Indra Jaya, PKB dan PAN bakal mengusung Ashelfine-Sarikal.

“Memang saat ini semua calon belum terbuka soal dukungan partai. Namun bocoran dari orang yang bisa dipercaya menyebutkan kalau PKB cenderung ke pasangan Ashelfine-Sarikal,” sebut Indra yang juga yang juga mantan Ketua DPC Demokrat Sijunjung, ketika berbincang dengan Padangkita.com, Kamis (16/7/2020).

Saat dikonfirmasi kepada Ashelfine terkait kabar dirinya mendapat dukungan PKB, tokoh yang akrab disapa Pepen itu hanya menjawab, “Insya Allah.”

Dia menyebut, karena PAN yang dipimpinnya hanya memiliki tiga kursi di DPRD, sementara syarat dukungan untuk bisa maju pada Pilkada minimal enam kursi, maka otomatis harus berkoalisi dengan partai lain.

“Soal partai belum bisa kita jawab sekarang, karena masih tahap proses. Kita cari waktu yang tepat untuk umumkan secara resmi partai pengusung Ashelfine-Sarikal (ASA) kepada masyarakat dan media,” ujar dia pada Padangkita.com melalui telepon, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Maju pada Pilkada Pasaman, Pasangan Benny-Sabar Terima Rekomendasi Resmi Partai Golkar

Dilihat dari latar belakang dan profesi para calon peserta Pilkada Sijunjung kali ini memang lebih berwarna. Seperti halnya Ashelfine, yang merupakan pengusaha dan praktisi hukum yang menjabat ketua DPD PAN Sijunjung.

Dia bakal berpasangan dengan Sarikal, politisi Partai Golkar yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Sijunjung dua periode (2014-2019/2019-2024).

Calon lainnya, Benny Dwifa merupakan seorang birokrat tulen. Saat ini anak sulung Bupati Sijunjung itu menjabat sebagai Kepala Bappeda Sijunjung. Dengan usia yang masih teramat muda, 34 tahun, Benny mengaku optimistis melepaskan status ASN yang disandangnya.

Benny bakal berpasangan dengan Iradatillah, politisi PPP. Iradatillah pernah jadi anggota DPRD Sijunjung dua periode dan anggota DPRD Sumbar periode 2014-2019. Pada Pilkada 2010, Iradatillah juga tercatat sebagai salah satu calon wakil bupati, tetapi kalah dari Yuswir Arifin-Mukhlis Anwar.

Sementara itu Arrival Boy, yang saat ini menjabat wakil bupati, pernah meniti karir sebagai pegawai di salah satu perusahaan BUMN. Politisi muda ini juga dipercaya Partai Golkar untuk memimpin DPD II Golkar Sijunjung hingga saat ini.

Pada Pilkada 2015, dia berpasangan dengan Yuswir Arifin. Sementara pada Pilkada 2020 ini Arrival Boy justru bakal bertarung memperebutkan kursi “BA 1 K” dengan anak kandung Yuswir Arifin.

Berpasangan dengan seorang dokter, yakni Mendro Suarman, Arrival mengaku sudah mengantongi rekomendasi DPP Golkar untuk maju sebagai calon bupati.

Kepada Padangkita.com, Arrival menyebut, selain Partai Golkar, Partai Gerindra adalah salah satu partai yang paling gencar dia dekati bersama Mendro.

“Doakan saja semuanya berjalan lancar dan sesuai harapan, karena saat ini kita masih terus menjalin komunikasi dengan Gerindra dan Demokrat,” kata dia kepada Padangkita.com, Rabu (15/7/2020).

Selain bakal calon dari jalur partai, pasangan calon perseorangan, Endre Saifoel-Nasrul sepertinya bakal mampu memenuhi syarat pencalonan. Pasangan ini telah berhasil mengumpulkan dukungan dari hasil verifkasi faktual KPUD Sijunjung sebanyak 16 ribu dukungan.

Endre adalah salah satu kader terbaik Partai Nasdem, tetapi lebih memilih jalur perseorangan. Sedangkan pasangannya, Nasrul Cun adalah politisi Partai Bulan Bintang (PBB). Dia juga pernah duduk sebagai anggota DPRD Sijunjung periode 2009-2014.

“Untuk syarat calon perseorangan sudah diverifikasi oleh KPUD dan akan diplenokan pada tanggal 20 Juli nanti. Insya Allah syarat Endre-Nasrul sudah lengkap,” sebut Reza Perkasa, pendukung pasangan Endre-Nasrul, Kamis (16/7/2020).

Sementara itu, meski Hendri Susanto (politisi PKS/anggota DPRD Sijunjung) dan Liswandi (Ketua DPC Demokrat Sijunjung/mantan anggota DPRD Provinsi Sumbar dua periode) juga sudah menyatakan akan maju di Pilkada Sijunjung 2020.

Namun, kedua tokoh tersebut telah menegaskan hanya akan maju pada Pilkada sebagai calon bupati, bukan calon wakil bupati. Informasi yang didapat Padangkita.com menyebutkan, mereka beberapa kali telah melakukan pertemuan resmi untuk membahas perjodohan Demokrat-PKS di Pilkada.

Namun sejauh ini belum membuahkan kesepakatan antara siapa calon bupati dan siapa calon wakil bupati. Apakah Hendri Susanto (PKS) dan Liswandi (Demokrat) akan menjadi pasangan ke-5 pada Pilkada Sijunjung 2020? [hen/pkt]


Baca berita Sijunjung terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler