Penlok Tol Terpanjang di Riau Beres, Rencana Tol Rengat-Dharmasraya masih Kabur

Penlok Tol Terpanjang di Riau Beres, Rencana Tol Rengat-Dharmasraya masih Kabur

Pembangunan Jalan Tol Padang - Sicincin. [Foto: Dok. Hutama Karya]

Pekanbaru, Padangkita.com Sementara di Sumatra Barat (Sumbar) masih berkutat dengan pembangunan 1 ruas Tol Padang-Sicincin, Pemprov Riau ternyata sudah meyelesaikan penetapan lokasi (penlok) untuk ruas Tol Pekanbaru-Rengat.

Tol Pekanbaru-Rengat ini akan menjadi ruas tol terpanjang di Riau, mencapai 175 km. Sejauh ini Riau telah punya 2 ruas jalan tol yang beroperasi, yaitu Tol Pekanbaru-Dumai 140 km, dan Tol Pekanbaru-Bangkinang 30,9 km. Tol Pekanbaru-Bangkinang sendiri merupakan bagian dari Jalan Tol Padang-Pekanbaru yang memiliki total panjang 254 km.

Asisten II Sekdaprov Riau M Job Kurniawan mengungkapkan, dalam perencanaan penetapan lokasi (penlok) ruas Tol Pekanbaru-Rengat memang sempat mengalami kendala. Sebab, kata dia, ruas jalan yang akan dibangun melewati jaringan sutet, helipad, pondok pesantren dan kawasan budi daya perikanan. 

"Tapi (semua) itu sudah digeser trasenya dan diperbaiki, kemudian sudah diukur oleh Satker Badan Pertanahan Nasional (BPN). Alhamdulillah saat ini Penlok sudah selesai," kata M Job Kurniawan, dikutip Padangkita.com dari situs resmi Pemprov Riau, Minggu (20/8/2023). 

Job menjelaskan, jalan tol Pekanbaru-Rengat ini nantinya akan bisa dikoneksikan dengan Tol Pekanbaru-Padang yang menjadi sirip atau feeder Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).

"Selain itu, nantinya juga akan ada koneksi ke jalan tol Pekanbaru-Dumai. Koneksi tersebut saat ini juga masih dalam proses," kata dia.

Job juga menjelaskan, pengerjaan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang hingga saat ini masih terus dilakukan, terutama di bagian pintu tol. Meskipun jalan tol ini sudah dioperasikan, namun masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan (PUPR PKPP) Riau, Arief Setiawan menyebutkan, proses pembangunan di pintu tol Pekanbaru-Bangkinang masih berlanjut, karena sebelumnya ada beberapa lahan yang belum selesai ganti rugi.

"Masih ada yang belum diganti rugi, tapi itupun masih tahap persiapan ganti rugi lahan," katanya.

Di tempat terpisah, EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Tjahjo Purnomo menjelaskan, progres pengadaan lahan Tol Pekanbaru–Rekat seksi Junction Pekanbaru Bypass Pekanbaru masih terus berjalan.

Hutama Karya sendiri, kata dia, memang berencana membangun Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) tahap II. Terdapat 3 ruas yang masuk dalam tahap II ini, yakni Ruas Betung–Tempino–Jambi, Ruas Jambi–Rengat, dan ruas Rengat–Pekanbaru.

"Saat ini untuk ruas Pekanbaru-Rengat seksi junction bypass Pekanbaru dalam tahap penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Nantinya pembangunan fisik akan dilaksanakan setelah seluruh tahapan pengadaan lahan dari regulator dirampungkan," kata Tjahjo.

Diketahui, Tol Pekanbaru-Rengat ini sebelumnya telah digadang-gadang pula akan terkoneksi dengan Tol Rengat-Dharmasraya (Sumbar). Namun, di Riau progresnya terus berjalan, di Sumbar sendiri tak jelas bagaimana kelanjutannya.

Padahal Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanju Kerajaan di awal-awal begitu bersemangat. Bahkan ia menargetkan, Tol Dharmasraya-Rengat mulai dikerjakan tahun 2023.

Baca juga: Paripurna HUT Dharmasraya ke-19, Bupati Bahas Pembagunan Tol Dharmasraya - Rengat

Nah, sepertinya harapan Sutan Riska tak akan terealisasi dalam waktu dekat. Selain tak jelas progres pembebasan lahannya, Hutama Karya juga tak memasukkan Tol Dharmasraya-Rengat dalam rencana pembangunan JTTS tahap II.  [*/pkt]

Baca Juga

3 Ribu Peserta Fun Walk Kadin, Mahyeldi Minta Olahraga Bersama Masyarakat Sering Diadakan
3 Ribu Peserta Fun Walk Kadin, Mahyeldi Minta Olahraga Bersama Masyarakat Sering Diadakan
Jembatan Indah Ini Jadi Ajang Promosi Infrastruktur IKN Nusantara ke Dunia Pelayaran
Jembatan Indah Ini Jadi Ajang Promosi Infrastruktur IKN Nusantara ke Dunia Pelayaran
Mahyeldi Kisahkan Ayahnya hanya Tukang Becak saat Ia Sekolah di SMPN 1 Kota Dumai
Mahyeldi Kisahkan Ayahnya hanya Tukang Becak saat Ia Sekolah di SMPN 1 Kota Dumai
Mengenal Desa Wisata Silungkang Duo yang Kaya Potensi Budaya dan Objek Wisata Alami  
Mengenal Desa Wisata Silungkang Duo yang Kaya Potensi Budaya dan Objek Wisata Alami  
Sirop Pala Olahan Ibu-ibu Kapujan Koto Berapak akan Jadi Minuman Rapat di Istana Gubernuran
Sirop Pala Olahan Ibu-ibu Kapujan Koto Berapak akan Jadi Minuman Rapat di Istana Gubernuran
Sejumlah Ibu di Kapujan tak Dapat Layanan Kesehatan karena Menunggak Iuran BPJS
Sejumlah Ibu di Kapujan tak Dapat Layanan Kesehatan karena Menunggak Iuran BPJS