Penghayatan Tari Berusia 107 Tahun Dipentaskan di Padang

Penulis:
Rianto dalam salah satu pertunjukan. (Foto; Ist)

Koreografer dan penari asal Solo Jawa Tengah Rianto, akan menampilkan karyanya berjudul Mediakala dalam KABA Festival 4, 3 Agustus 2017.

Karya ini merupakan pembacaan dan penghayatan intensif yang dilakukannya terhadap Lengger, salah satu tari tradisi Banyumas, Jawa Tengah yang telah berusia 107 tahun.

Baca Juga

Menurut Rianto, Lengger merupakan sebuah tari tradisi lintas gender yang diperkirakan telah ada semenjak tahun 1910. Lazimnya, tari tradisional tersebut dimainkan oleh dua orang, laki-laki dengan topengnya dan perempuan dengan konde.

“Tarian ini juga dimainkan seluruhnya oleh laki-laki yang didandani serupa perempuan,” ujar Rianto dalam rilis yang diterima Padangkita.com, Jumat (28/7/2017).

Sebagaimana kesenian tradisional Jawa pada umumnya, keseimbangan dan harmonisasi menjadi nilai-nilai utama yang hendak disampaikan pentas Mediakala. Seperti hubungan harmonis antara lelaki dan perempuan, adat istiadat dan prinsip agama, serta kontrol diri dan ketaksadaran.

“Namun, dalam garapan ini, saya main seorang diri,” ujarnya.

Koreografer yang bermukim di Tokyo ini menambahkan, Mediakala juga bagian dari karya Medium, sebuah garapan kontemporer yang telah digarapnya sejak dua tahun lalu. Medium, telah ditampilkan di berbagai pentas, baik nasional maupun internasional.

Rianto sendiri dianggap sebagai master Lengger, karena telah menekuni seni tradisi itu sejak masih belar di SMKI (1997-2000). Sebelum Mediakala, ia juga telah menggarap karya berjudul Softmachine, yang juga berakar dari Lengger.

Di tahun 2014, Rianto juga pernah tampil di Padang, pada perhelatan Padang Bagalanggang II. Saat itu ia mementaskan karya berjudul Body Without Brain. Ia juga telah pentas ke berbagai panggung mancanegara, seperti Singapura, Amerika Serikat, Jepang, Korea, Malaysia, dan sebagainya.

Terpopuler