Berita

Pamit Mau ke Pasar, Laki-laki Lansia di Koto Balingka Ditemukan Mengambang di Sungai

×

Pamit Mau ke Pasar, Laki-laki Lansia di Koto Balingka Ditemukan Mengambang di Sungai

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi jenazah atau mayat. [Foto: iStock/Pixabay]

Simpang Empat, Padangkita.comSeorang laki-laki lanjut usia (lansia) ditemukan mengambang tak bernyawa di aliran sungai Kanal Divisi 3 PT Bakri Pasaman Plantations (BPP) unit II Air Balam, Jorong Sikabau, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (22/11/2023).

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki melalui Kapolsek Sungai Beremas AKP Efriadi menyebutkan, mayat laki-laki lansia itu diketahui bernama Zahirudin (65 tahun), merupakan warga Jorong Sikabau, Nagari Ranah Koto Tinggi, Kecamatan Koto Balingka.

“Berdasarkan keterangan dari saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ketika itu saksi melihat sesosok mayat mengambang di atas air dengan posisi tertelungkup masih menggunakan pakaian lengkap di aliran sungai kanal PT BPP Air Balam,” ungkap Kapolsek Efriadi.

Sekira pukul 09.00 WIB itu, saksi langsung memberitahukan warga sekitar dan menghubungi perangkat nagari serta pihak perusahaan.

“Dari hasil keterangan saksi, kondisi korban (saat ditemukan) sudah dalam keadaan meninggal dunia dan (saksi) tidak melihat adanya tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh korban,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban, sebelumnya korban sudah dinyatakan hilang sejak pergi dari rumah pada Senin, 20 November 2023, sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelum kejadian, korban sempat berpamitan kepada pihak keluarga untuk pergi ke Pasar Ujung Gading guna membeli barang harian untuk dijual kembali di rumahnya. Waktu itu, korban mengendarai sepeda motor Honda Supra warna hitam dengan Nomor Polisi BA 5772 LO.

“Pihak keluarga sudah hilang kontak dengan korban sejak tanggal 20 November 2023 pukul 09.00 WIB. Korban sempat berpamitan untuk berbelanja barang harian ke pasar Ujung Gading. Sampai akhirnya korban ditemukan di dalam sungai kanal dengan kondisi sudah meninggal dunia,” terang AKP Efriadi.

Dari penyelidikan polisi di lapangan, korban diduga terpeleset, dan jatuh di jembatan darurat bekas longsor yang terbuat dari batang pohon kelapa di jalan Sikabau menuju Pasar Ujung Gading. Sebab, sepeda motor korban juga ditemukan di dalam sungai yang dipenuhi kerikil tajam tepat di bawah jembatan darurat tersebut. 

“Hasil pemeriksaan personel unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Pasaman Barat bersama petugas medis dari Pustu Jorong Sikabau, banyak ditemukan luka robek dan goresan, terutama pada bagian kening, telinga, lengan dan betis korban. Lidah korban juga tergigit. Sementara barang-barang milik korban seperti cincin, handphone, uang dan sepeda motor milik korban juga masih lengkap dan tidak ada yang hilang,” ungkap Kapolsek.

Kepada pihak keluarga, Polres Pasaman Barat menyarankan agar dilakukan Visum Et Repertum bagian luar dan dalam serta autopsi terhadap jenazah korban, untuk mengetahui pasti penyebab kematian. Namun anak korban selaku pihak keluarga menolak dilakukan autopsy. Pihak keluarga korban, kata Kapolsek, menganggap ini merupakan musibah.

Baca juga: Polres Pasaman Barat Terima Bantuan Ambulans dari BRI

“Alasan lain tentang penolakan autopsi adalah karena pihak keluarga ingin segera memakamkan jenazah korban mengingat seluruh keluarga sudah berkumpul di rumah korban,” kata Kapolsek AKP Efriadi. [*/pkt]

*) BACA informasi pilihan lainnya dari Padangkita di Google News