Meski Pemko Melarang, Jemaah Naqsabandiyah di Padang Tetap Gelar Salat Idulfitri di Masjid/Musala

Berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini: Tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatra Barat tetap melaksanakan ibadah Salat Idulfitri di masjid dan musala meski ada larangan dari Pemko Padang

Padang, Padangkita.com – Tarekat Naqsabandiyah di Sumatra Barat (Sumbar) menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah pada Rabu (12/5/2021) besok.

“Kita akan menggelar salat Idul Fitri pada Rabu besok,” ujar Sekretaris Tarekat Naqsabandiyah Kota Padang, Edizon Revindo saat dihubungi Padangkita.com hari ini Selasa (11/5/2021).

Dia menuturkan dasar penetapan 1 Syawal jatuh pada Rabu besok karena jemaah Tarekat Naqsabandiyah telah menggelar puasa Ramadan selama 30 hari.

“Dasar penetapannya karena kita telah melaksanakan puasa selama 30 hari. Belum pernah kita puasa 29 hari,” jelasnya.

Menurut Edizon, terdapat 2.500 jemaah Tarekat Naqsabandiyah yang tersebar di berbagai daerah di Sumbar yakni Payakumbuh, Pasaman, Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, dan Kota Padang.

Sebanyak 1.500 orang di antaranya berada di Kota Padang.

Dia menyatakan, meski Pemerintah Kota Padang telah mengeluarkan kebijakan meniadakan salat Idulfitri di masjid dan di lapangan karena semakin meningkatnya kasus penyebaran Covid-19, namun jemaah Tarekat Naqsabandiyah akan tetap menggelar salat Idulfitri di masjid dan musala milik tarekat.

“Kita akan tetap melaksanakan salat Idulfitri di masjid dan musala. Sejauh ini, kita belum mendapatkan surat edaran dari Pemerintah Kota Padang. Yo, baa lah managahannyo kalau jamaah tibo (ya, bagaimana cara melarangnya kalau jemaah tiba),” sampainya.

Sebelumnya, jemaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan puasa pertama Ramadan pada Senin (12/4/2021). Penetapan awal puasa Ramadan dengan menggunakan kalender hisab munjid.

Berdasarkan kalender hisab munjid, awal Ramadan jatuh lima hari lebih cepat dari puasa tahun sebelumnya.

Baca Juga: Tarekat Naqsabandiyah Kota Padang Tetapkan 1 Syawal Besok

“Kita merunjuk kepada kalender hisab munjid. Berdasarkan kitab itu, tahun kemarin kan kita puasa Ramadan hari Kamis. Jadi Ramadan berikutnya dihitung lima dari hari Kamis. Jadi kita tetapkan hari Senin awal Ramadan tahun ini,” terang Edizon. [abe]


Baca berita Padang hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler