Meski di Bilik Jeruji Besi, Warga Binaan Rutan Kelas II B Painan Turut Berikan Bantuan di Bulan Ramadan

Penulis: Redaksi
|
Editor: Rina Akmal

Berita Pesisir Selatan hari ini dan berita Sumbar hari ini: bantuan yang diserahkan berasal dari pegawai, petugas rutan dan para warga binaan

Painan, Padangkita.com– Meskipun berada di balik jeruji besi, warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Painan, Pesisir Selatan (Pessel), bersama pegawai atau petugas rutan memberikan bantuan untuk Panti Asuhan Salido.

“Di bulan ramadan ini, warga binaan juga ingin berbuat baik, meski berada di balik jeruji besi,” ujar Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Painan, Pesisir Selatan (Pessel) Fajar Fedinan, Jum’at (16/4/2021).

Fajar mengatakan, sebagian bantuan yang diserahkan tidak hanya berasal dari pegawai atau petugas rutan semata. Melainkan juga disumbangkan dari para warga binaan di Rutan Kelas II B Painan.

Fajar Fedinan bersama petugas Rutan mendatangi Panti Asuhan Salido, sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka datang untuk menyalurkan bantuan sembako berupa beras, mie instan dan telur serta uang tunai.

“Saya berharap, dengan sedikit bantuan yang kami salurkan dapat membantu kebutuhan makanan anak-anak panti kita disini, meski tidak seberapa semoga dapat meringankan beban biaya di Panti Asuhan Salido,” jelas Fajar kepada Padangkita.com usai pennyaluran bantuan.

Penyerahan bantuan itu, merupakan kegiatan bakti sosial sekaligus dalam rangka memperingati hari Bakti Pemasyarakatan yang ke 57.

Bantuan sembako yang diserahkan disambut baik oleh sekretaris Panti Asuhan Salido, Sasma Wida.

“Terima kasih yang sedalam-dalamnya, semoga sang Maha Kuasa membalas setiap kebaikan yang diperbuat,” kata dia.

Sasma Wida menceritakan, Panti Asuhan itu sudah berdiri sejak lama. Para pendiri juga telah meninggal dunia.

Saat ini, dia bersama pengurus lainnya berupaya untuk melanjutkan serta menampung anak-anak tinggal di panti melalui donasi para donatur dan dermawan dari masyarakat setempat.

“Panti ini berdiri sejak 1973 dan Sempat mati suri. Hal itu terjadi, karena pendirinya meninggal dunia. Kemudian, dilanjutkan oleh generasi berikutnya, hingga tiga kali pelanjut panti ini meninggal,”ujar Wida.

Saat ini jumlah anak-anak Panti Asuhan Salido sebanyak 23 orang. Dalam satu bulan, biaya makanan dan belanja yang harus dikeluarkan sebesar Rp7 Juta.

“Itu belum termasuk beras. Kalau belanja anak-anak ini, juga kita beri bervariasi tergantung dari tingkat sekolahnya. Ada yang RP4 ribu, adapula yang Rp5 ribu” tuturnya.

Kata Wida, beruntung ada sejumlah donatur yang dermawan menyumbangkan sedikit rezekinya kepada anak-anak Panti Asuhan Salido, sehingga bisa meringankan biaya kebutuhan memasak dan makanan anak-anak.

Pengakuan Wida, bantuan dari pemerintah daerah ke Panti Asuhan telah terhenti sejak tahun 2017. Sekarang, pihaknya telah mengupayakan untuk meminta bantuan kembali setelah mengurus dan memperbarui kepengurusan lama yang telah meninggal dunia.

“Semoga Pemda disini juga punya perhatian lagi ke Panti kita ini,” tuturnya.

Panti Asuhan Salido yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Harapan ini, juga disediakan sebuah Poskesri.

Baca juga: Tim Basarnas dan BPBD Pencari Nelayan Hilang di Ranah Pesisir Diadang Buaya Muara yang Berkeliaran 

Dari lima Poskesri di Kenagarian setempat, salah satunya ditempatkan di Panti Asuhan. Gunanya untuk memberikan perawatan ataupun pengobatan kepada anak-anak yang tinggal di panti jika mengalami sakit dan sebagainya. [NIK/rna]

Baca berita Pesisir Selatan hari ini dan berita Sumbar hari ini hanya di Padangkita.com.

Terpopuler